Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN wilayah Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat dilanda banjir akibat hujan lebat sejak Kamis (9/3).
“Seperti kita ketahui, hujan terus menerus yang terjadi sejak kemarin (9/3), menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik di wilayah kita, dan menurut perkiraan BMKG, hujan intens masih akan terjadi hari ini di Pulau Punjung dan Timpeh,” ungkap Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Jumat (10/3).
Kewaspadaan ini, kata Sutan Riska penting untuk memitigasi risiko apabila hal yang tidak diinginkan tersebut benar-benar terjadi.
Baca juga : Banjir Pati, Komunitas Marga Tionghoa Indonesia Bagi-Bagi 300 Kotak Makanan
Terhadap banjir di Kecamatan Timpeh, Sutan Riska merintahkan Sekretaris Daerah untuk mengkoordinir pelaksanaan tanggap darurat, dengan mengerahkan bantuan dan tindakan yang dapat membantu meringankan dampak bencana kepada masyarakat.
“Saya memerintahkan Sekda untuk mengkoordinir BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan dan Nagari untuk meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam rangka tanggap darurat di lokasi-lokasi bencana,” tukasnya.
Baca juga :: Banjir Kiriman dari Lahat Rendam 8 Kecamatan di Muara Enim
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Eldison mengatakan, banjir masih terjadi sejumlah titik di Kecamatan Timpeh, Jumat (9/3).
Berdasarkan data sementara, 570 Kepala Keluarga (KK) dan 1.991 jiwa terdampak banjir di Kecamatan Timpeh. Adapun rinciannya adalah, 172 KK/587 jiwa di Nagari Tabek, 329 KK/1.097 jiwa di Nagari Taratak Tinggi, 7 KK/28 jiwa di Nagari Ranah Palabi, dan 62 KK/279 jiwa di Nagari Timpeh.
Eldison melanjutkan, pihaknya dan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, Baznas bersama TNI dan Polri saat ini sudah berada di lokasi untuk melaksanakan tanggap darurat
“Sejumlah personel kita bersama peralatan dan logistik sudah berada di lokasi untuk mengantisipasi kebutuhan warga terdampak bencana,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial P3APPKB Kabupaten Dharmasraya Martin Efendi, mengungkapkan pihaknya juga telah menerjunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) ke sejumlah titik banjir.
“Sementara pagi dan siang ini kami terlebih dahulu menyediakan nasi bungkus untuk kebutuhan logistik warga terdampak, sedangkan untuk dapur umum rencananya akan ddiirikan sore ini di dua lokasi yang mudah dijangkau warga,” jelasnya.
Martin juga mengaku telah mengirim surat kepada Menteri Sosial, pihak untuk memohon bantuan, berupa makanan anak, makanan siap saji, selimut dan tenda serba guna.
“Surat kita sudah ditindaklanjuti Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Insyaallah bantuan tersebut akan tiba di lokasi pada malam ini,” pungkasnya. (Z-5)
Dalam kesempatan itu, Bupati Annisa dengan penuh penghayatan membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir
BUPATI Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menyebut mayoritas calon investor MBG di daerahnya belum menunjukkan keseriusannya karena belum memulai pembangunan fisik.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, menghadiri Parade Talenta Olahraga yang digelar di Komplek Sport Center Dharmasraya, Koto Baru, beberapa hari lalu.
WAKIL Bupati Dharmasraya, Leli Arni, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait maraknya praktik rentenir berkedok koperasi simpan pinjam di wilayahnya.
Bupati Sutan Riska mengungkapkan kegiatan ini sangat penting bagi kemajuan daerah, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Dharmasraya.
Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Dharmasraya, Adi Gunawan-Romi Siska Putra, resmi terdaftar di KPU Dharmasraya, Jumat (13/9) pukul 11.00 WIB.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved