Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pada kelompok tani guna memacu produksi. Bantuan itu sekaligus wujud dukungan pemerintah yang hadir di masyarakat guna menjamin ketersediaan pangan tetap terjaga.
"Bantuan petani berupa hand traktor, cultivator, benih padi dan benih jagung. Termasuk sarana prasarana jaring penutup bulir padi, pestisida dan racun tikus," tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, Senin (6/3).
Bantuan alsintan, sarpras, benih dan obat penangkal hama itu guna mendongkrak produksi pertanian. Produksi pangan yang terjaga, lanjutnya, akan mengamankan ketersediaan bahan pangan yang imbasnya pada ketercukupan gizi dan stabilisasi harga di pasar.
Sejauh ini, petani kota setempat bertani padi di lahan seluas 803 ha. Komoditas lainnya, yakni cabai, jagung, sayur mayur dan buah jeruk. Warga juga mengembangkan urban farming menghasilkan berbagai produk sayur organik.
Di sisi lain, bertani di perkotaan tantangannya pada menjaga keberlanjutan lahan. "Karena itu, Dispangtan akan memberikan insentif bebas pajak bumi dan bangunan bagi pemilik sawah dilindungi seluas 400 ha," katanya.
Baca juga : Pemerintah Telah Beli Alsintan Pabrikan Madiun Sesuai Kebutuhan
Petani padi pun mengembangkan penggemukan sapi guna meningkatkan pendapatan. Yang menggarap model itu kebanyakan petani milenial.
Setia Anjar, petani di Tasikmadu, Kota Malang, memiliki 8 ribu meter persegi sawah. Guna meningkatkan hasil, ia memiliki usaha penggemukan kapasitas empat ekor sapi.
"Saya beli sapi Rp20 juta per ekor yang dirawat dua bulan, lalu dijual laku Rp25 juta-Rp30 juta. Biaya perawatan sapi Rp15 ribu per hari. Rata-rata pengeluaran per bulan Rp1,5 juta," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani Dewi Sri 1 Kelurahan Karangbesuki, Kota Malang, Agus Sutrisno menyatakan anggotanya mengembangkan cabai dan buah jeruk. Saat ini, harga cabai sedang bagus, dijual Rp80 ribu per kg di tingkat konsumen akhir. Adapun buah jeruk Rp12 ribu per kg. Menurut dia, bertani buah jeruk lebih menguntungkan.
"Saya memiliki lahan 1,5 ha ditanami jeruk dan cabai. Perawatan buah jeruk itu selama 2 tahun sampai panen. Harga jeruk siem madu di petani Rp12 ribu per kg. Panen menjelang Lebaran, biasanya permintaan meningkat," tuturnya.
Baca juga : Ditjen PSP Terus Dorong Pertanian Modern
(Z-5)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pemkab Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai hampir Rp 10 miliar.
Penyerahan bantuan alsintan, pemberian penghargaan serta asuransi pertanian bertujuan untuk meningkatkan swasembada pangan
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk disebut tak lagi ada
Pemerintah berkomitmen untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) di Ketapang melalui pemberian bantuan alsintan.
PT Pindad siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendukung kemandirian pangan.
Kelompok tani di Karanganyar yang baru saja menerima bantuan alat mesin pertanian diingatkan untuk tidak mencoba menyelewengkannya, apalagi menghilangkan atau menjualnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved