Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Taman dan Baca Mawar Merona menyalurkan 4.000 buku untuk SD Inpres Lewokoli di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan bahan bacaan bertajuk Agama Katolik untuk sekolah yang berada di pelosok Flores Timur ini diberikan dalam momentum hari perempuan internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Disaksikan wartawan, para siswa dan siswi tersenyum sumringah menyambut bantuan itu. Mereka berdiri di halaman sekolah yang tanahnya berlumpur.
Founder Komunitas dan Taman Baca Mawar Merona, Nisyah Tukan, menyampaikan bantuan buku itu merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat literasi di daerah pelosok sekaligus menularkan virus kesetaraan gender agar perempuan bebas dari diskriminasi laki-laki.
Sebagai tokoh perempuan dan penggagas taman baca, Nisyah memandang referensi bacaan menjadi kebutuhan vital semua orang sejalan dengan istilah 'buku sebagai jendela dunia'.
"Saya punya komunitas serta taman baca namanya Mawar Merona, sampai sekarang masih berjalan. Anak-anak waktu pulang sekolah, sorenya sering mampir untuk kerja tugas dan baca buku," katanya, Rabu (1/3).
Nisyah membentuk kominitasnya pada 28 Feberuari 2021. Ia merasa terpanggil lantaran hanyak anak muda usia pelajar di desanya menghabiskan waktu dengan mengonsumsi minuman keras.
"Saya ingin anak muda punya wawasan, dan mimpi besar saya ingin tularkan juga ke banyak orang," ungkapnya.
Baca juga: Dua Dusun Flores Timur Nikmati Air Tawar dari Laut
Selaras dengan hobinya, membaca buku ibarat kewajiban yang sayang bila dilewatkan. Kegemaran membaca perempuan kelahiran 8 September 1994 ini diapresiasi One Hope Surabaya. Oraginasi misi berkedudukan di Jakarta itu membantunya buku kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah.
Kepala Sekolah SD Inpres Lewokoli, Karolus Dagang, menyampaikan terima kasih lantaran baru pertama disambangi pemerhati literasi. Ia bersyukur karena sekolahnya kekurangan bahan bacaan.
"Ini pengalaman pertama sejak sekolah dibangun tahun 1993. Terima kasih banyak Komunitas dan Taman Baca Mawar Merona," ungkap kepsek yang menjabat sejak Maret 2018 itu.
Ia memberkan sekolahnya belum punya gedung perpustakaan. Meski demikian, semangat belajar siswa tetap. Para pengajar juga dinilai tak pantang menyerah meski fasilitas masih terbatas.
"Kami pernah usulkan dan Dinas PKO Flores Timur sudah datang ukur. Mereka janji tahun ini dibangun," tuturnya.(OL-5)
GUNUNG Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas dan berpotensi terjadi erupsi eksplosif.
AKTIVITAS gunung berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meningkat pada Jumat, 16 Agustus 2025.
BNPB meminta warga Kabupaten Flores Timur untuk tidak kembali ke kampung halaman atau kawasan rawan bencana (KRB) menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
GUNUNG Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali alami erupsi pada Selasa, 8 Juli 2025 petang, tepat pukul 16.08 WITA.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, erupsi lima kali pada Selasa malam (17/6) dengan tinggi letusan mencapai 5.000 meter.
Kondisi lesunya ekonomi yang melanda masyarakat Flotim dan kondisi bencana erupsi gunung Lewotobi laki-laki yang terjadi belum lama ini.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved