Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU kejahatan kembali berulah dan meresahkan warga Kota Cimahi, Jawa Barat. Seorang pemuda bernama Muhammad Rizki Najmudin, 21, meregang nyawa akibat diserang sekelompok orang tak dikenal. Pemuda yang tinggal di Gang H Arsad, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, itu tewas akibat luka bacokan yang terjadi pada Minggu (5/2) sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut keterangan saksi, korban yang berjalan kaki seorang diri hendak pulang ke rumahnya dihampiri para pelaku yang kemudian langsung menyerang korban.
"Kata keluarganya, korban baru pulang main. Ketika dia sedang jalan kaki di gang tiba-tiba diserang sama orang-orang itu," ucap seorang warga setempat, Rahmat, 40, Senin (6/2).
Rahmat mengatakan, para pelaku yang berjumlah belasan orang menaiki sepeda motor turut membawa celurit, parang, hingga tongkat bisbol. Senjata tajam itu digunakan pelaku untuk menakut-nakuti warga.
"Mereka naik motor dari arah Bandung dan berhenti di depan lokasi kejadian kira-kira jam 4 subuh. Kalau saya kebetulan lagi nongkrong di bengkel, saya juga jadi ketakutan ketika mendengar keributan," katanya.
Seorang saksi, Ridwan, 33, melihat langsung keganasan pelaku saat menganiaya korban. Dari lantai dua rumahnya, ia menyaksikan Rizki tak berdaya ketika dihajar tiga orang pelaku pada bagian kepalanya.
"Awalnya mendengar suara ribut-ribut terus istri saya minta dicek. Saat dilihat, waktu itu korban mau berlari tapi ditangkap pelaku terus dihajar," ungkap Ridwan.
Saksi kemudian keluar dari rumahnya menghampiri korban yang sudah tergeletak, Ridwan lalu bertanya kepada korban yang masih tersadar. Diperkirakan, Rizki dianiaya sekelompok orang yang masih berusia remaja.
"Mereka kabur begitu melihat saya, salah seorang pelaku bicara katanya korban seorang maling sambil pergi. Saya terus mendekati korban dan berkomunikasi, awalnya saya mengira ia dipukul batu namun ternyata dibacok celurit," lanjutnya.
Ridwan juga sempat menanyakan alamat rumah dan orangtuanya, kemudian ia segera menghubungi pengurus RT dan RW serta keluarga korban. Lantaran mengalami luka parah, korban akhirnya meninggal dunia saat dalam penanganan di rumah sakit.
Tak berhenti disitu, aksi kebrutalan yang diduga dilakukan kelompok geng motor itu berlanjut di sebuah hotel di Jalan Raya Cimindi, Kota Cimahi. Sejumlah motor milik tamu hotel dirusak, helm milik tamu juga dicuri serta kaca berukuran besar di lobi bagian depan dipecahkan.
"Mereka datang menggunakan motor kemudian mengamuk dengan merusak kendaraan roda dua dan fasilitas di hotel," ucap Rizky Alfian ,23, petugas hotel saat di lokasi kejadian.
Mereka lalu mendekat ke bagian lobi dengan menenteng senjata celurit sambil membentak petugas dengan menanyai anggota geng motor.
Sementara itu, pihak kepolisian telah menyelidiki terkait kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas dan pengrusakan hotel oleh kelompok geng motor ini. (OL-16)
Belasan tersangka yang ditangkap itu melakukan berbagai tindak pidana mulai dari pencurian motor, penganiayaan hingga penggelapan.
Puluhan preman yang diamankan tersebut terdiri dari 30 orang pak ogah, 7 orang juru parkir liar, hingga 3 orang debt collector.
Gambar kedua pelaku terekam oleh kamera fotografer yang kebetulan berada di lokasi kejadian, kemudian viral di media sosial.
Pihak kepolisian akan menindak para pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai peruntukannya
Kesibukan masyarakat dan kontrol sosial yang sudah mulai melemah juga menjadi pemicu terjadinya kejahatan jalanan pada siang hari
Polsek Koja menyita sebanyak 143 knalpot brong dalam dua kali Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) pada malam hari.
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
kasus bullying atau perundungan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memperpanjang catatan kelam bahwa sekolah belum menjadi ruang yang aman bagi anak.
POLRES Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan oknum guru olahraga berinisial YN, 51, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan siswa di bawah umur.
Kejadian bermula saat tiga tersangka, yakni SPS, RAH dan MR berboncengan mengendarai sepeda motor ugal-ugalan menabrak mobil korban. Korban pun menegur.
DUA kasus penganiayaan terjadi di dua lokasi berbeda wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
Korban terpaksa dilarikan warga ke rumah sakit lantaran menderita luka lebam di bagian pipi kanan serta patah tulang pada pergelangan kaki akibat tindak kekerasan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved