Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DI TENGAH kenaikan harga beras yang dialami di sejumlah daerah di Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memastikan menjamin kestabilan stok beras yang ada. Pemerintah juga terus memastikan supaya daya beli masyarakat terhadap beras dan kebutuhan pokok lainnya masih dalam batas normal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Iendra Sofyan di Bandung Jumat (27/1) mengatakan harga beras di sejumlah pasar di kota dan kabupaten di Jabar masih dalam batas wajar. Sebaliknya, yang dikeluhkan adalah kurangnya pembeli yang belum bisa menyamai jumlah pembeli pada 2019.
"Harga beras saya nilai sejauh ini aman. Adapun harga naik, saya kira tidak terlalu signifikan. Contohnya saat melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Cirebon, Rabu (25/1), kami pastikan harga beras
masih normal," jelasnya.
Menurut Iendra, saat ini untuk ketersediaan dan harga bahan pokok secara umum selalu dipantau setiap dua hari sekali. Ketersediaan beras secara umum aman apalagi produksi di Jabar sudah surplus 1 juta ton per tahun.
"Justru yang kini dikeluhkan, masih kurangnya warga yang berbelanja ke pasar. Dinamika seperti ini selalu ada, tapi yang jelas para APPSI atau para pedagang pasar itu mengeluhkan penjualan atau pembelian ini belum sebanyak pada 2019," ucapnya.
Namun kondisi ini ternyata berbeda dengan yang ditemukan di lapangan. Berdasarkan pantauan sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Bandung, harga beras medium dan premium mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan pasokan kepada pedagang mulai berkurang hingga menyebabkan stok beras di setiap pedagang sangat minim.
Seperti di Pasar Swederhana, harga beras mengalami kenaikan sejak beberapa bulan yang lalu dari mulai Rp1.000 per kilogram hingga Rp2.000 per kilogram dan harganya pun belum ada tanda-tanda akan kembali menurun.
Asih, pedagang beras di Pasar Swaderhana mengatakan, untuk harga beras premium yang tadinya Rp10.500 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp13 ribu per kilogram. "Harga ini sudah naik sejak tiga bulan lalu," ucapnya.
Pedagang beras lainnya, Marsudi mengatakan, rata-rata kenaikannya Rp1.500 per kilogram dan saat ini pasokan juga sudah mulai berkurang. Biasanya dia mendapatkan pasokan 2 ton, tapi sekarang hanya 1 ton.
"Biasanya kenaikan harga dan minimnya pasokan beras, karena saat ini belum memasuki masa panen, sehingga pasokan kepada para pedagang di pasar tradisional pun berkurang. Mungkin sekarang para petani baru mau panen raya, jadi stok ke pedagang berkurang dan harganya jadi mahal," tambahnya. (OL-15)
Cek harga cabai di 5 pasar utama Batam (Tos 3000 hingga Penuin) per 18 Februari 2026. Harga rawit merah tembus Rp85.000/kg jelang Ramadan.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
Pantau harga pangan terbaru hari ini 18 Februari 2026. Cabai rawit merah tembus Rp88.600/kg, telur ayam Rp32.200/kg. Cek daftar lengkap harga sembako PIHPS di sini.
Pantauan harga pangan di Pasar Botania dan Tos 3000 Batam. Harga ayam Rp45.000, cabai rawit Rp85.000. Cek update harga sembako terbaru di sini.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama dalam pengawasan ini adalah gas elpiji tabung 3 kilogram.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan aman menjelang Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved