Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang turun setiap hari menyebabkan meluapnya Sungai Cimapag yang mengakibatkan satu sekolah, yakni SDN Gunungsentul di Kampung Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terendam banjir pada Rabu (25/1).
"Tidak ada korban jiwa pada bencana banjir ini, namun akibat luapan Sungai Cimapag di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas SDN Gunungsentul terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50-100 sentimeter. Dampaknya pelajar dari kelas 1-6 dengan jumlah murid 66 orang diliburkan," kata Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Rabu.
Informasi yang dihimpun dari BPBD, hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir ini mengakibatkan debit air Sungai Cimapag meluap dan air merendam seluruh ruangan di SDN Gunungsentul.
Selain itu, banjir pun disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan aliran sungai sehingga saat debit air meningkat drastis sungai tidak bisa menampung dan akhirnya luapan air tersebut masuk ke lahan warga.
Baca juga: Siswi SMP di Sukoharjo Tewas Dibunuh Teman Kencannya
Menurut Daeng, hingga saat ini personel gabungan dari unsur Forkopimcam Ciemas masih di lokasi untuk memantau kondisi banjir sekaligus bergotong royong membersihkan lumpur yang masih menggenangi ruangan kelas dan lainnya.
Kondisi banjir sudah mulai surut, hanya di beberapa ruangan saja yang masih terendam, ini disebabkan hujan masih turun sehingga air sulit surut. Dampak lainnya, akibat banjir ini seluruh pelajar tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dan diliburkan.
"Pihak sekolah memilih untuk memulangkan seluruh pelajarnya karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan apalagi saat itu debit air yang membanjiri seluruh ruangan sekolah terus meninggi," tambahnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengerukan sedimentasi yang menjadi penyebab pendangkalan sungai. Kemudian mengimbau kepada warga untuk selalu waspada antisipasi terjadinya banjir susulan. (Ant/OL-16)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved