Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA antusias menyaksikan proses pembongkaran makam Halimah, salah satu korban pembunuhan dari Wowon Erawan dan kawan-kawan yang dimakamkan di Kampung Saar, RT 03/07, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/1).
Namun, mereka tak leluasa melihat langsung pembongkaran lantaran mendapat penjagaan ketat pihak kepolisian. Mereka hanya bisa menonton dari luar kompleks makam yang sudah dipasang garis polisi.
Proses pembongkaran oleh personel dari Polda Metro Jaya mulai dilaksanakan pukul 11.00 WIB. Hanya petugas, pihak keluarga, dan perangkat desa yang diperkenankan melihat langsung pembongkaran.
Salah seorang warga, Sofyan, 33, mengaku ingin melihat langsung pembongkaran makam Halimah karena penasaran dengan aksi kejahatan yang dilakukan Wowon alias Aki.
"Mendengar dari pemberitaan, korban aksi pembunuhan Wowon banyak sekali dan tersebar di beberapa daerah seperti Bekasi, Cianjur, Garut, dan Bandung Barat. Terlebih kasus seperti ini baru sekarang terjadi, ada makam terpaksa digali lagi," ucap Sofyan.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKB Indrawienny Panjiyoga, mengatakan, jenazah Halimah akan dibawa ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur untuk diautopsi sebagai bahan petunjuk dalam mengungkap kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon cs.
Baca juga: Truk Muatan LPG Terbakar Hebat, Warga Takut Mendekat
"Jenazahnya kami bawa ke Jakarta, RS Polri, akan diperiksa oleh tim forensik RS Polri, RSCM, dan dari Universitas Indonesia. Untuk kain kafan masih utuh akan dibuka nanti di Jakarta," ungkap Indra.
Pembongkaran makam Halimah di Cililin merupakan makam kedua setelah sebelumnya pihak berwajib juga melaksanakan pembongkaran korban lainnya atas nama Siti di TPU Kampung Rancabadak, Kecamatan Pakenjeng, Garut pada Selasa (24/1) kemarin.
"Jadi yang akan diperiksa di Jakarta ada dua jenazah, dari Garut yaitu almarhum Siti dan Halimah," ujar Indra.
Selain membongkar makam Halimah, polisi juga meminta keterangan dari pihak keluarga terkait kondisi korban saat meninggal dunia. Termasuk mengambil tes DNA dari pihak keluarga sebagai pembanding guna memastikan bahwa jenazah tersebut memang korban dari kekejaman Wowon cs.
Sementara itu, pihak keluarga Halimah mendukung kepolisian membongkar makam untuk membantu penyelidikan supaya kasusnya cepat tuntas.
"Awalnya kami tidak menyangka jika Halimah menjadi salah satu korban keganasan pelaku. Oleh karena itu kami dukung langkah kepolisian, semoga cepat beres kasusnya dan jasadnya kembali dimakamkan di sini," kata paman korban, Jaja, 63. (OL-16)
MMA, 12, yang merupakan siswa kelas 7 Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, meninggal pada Senin (15/12). Ia diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sesama santri.
Komisi XIII DPR juga meminta Kementerian Luar Negeri membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kematian ADP.
Tindakan ekshumasi ini sebagai aksi kemanusiaan yang dilakukan setelah bapak dari bayi sempat viral di media sosial soal anaknya yang diduga tertukar.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng Kombes Parajohan Simanjuntak mengatakan, ekshumasi dilakukan berdasarkan permintaan keluarga.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah melaksanakan pembongkaran kubur atau ekshumasi jenazah Bayu Adityawan seorang tahanan Polresta Palu.
Hasil ekshumasi menunjukkan penyebab kematian Afif Maulana adalah jatuh dari ketinggian. Pemeriksaan zonalogi forensik menemukan luka intravital pada berbagai bagian tubuh.
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Dari hasil pencarian terbaru, 20 jenazah ditemukan di Aceh Tamiang, enam di Aceh Utara, sembilan di Aceh Timur, dan empat di Pidie Jaya.
Apabila ada jenazah yang belum teridentifikasi sementara tempat penyimpanan terbatas, polisi akan melakukan pemakaman dengan penandaan khusus.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Kompolnas sebagai lembaga pengawas kepolisian memantau langsung perkembangan pencarian dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh KontraS
Penyerahan jenazah merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved