Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polisi Ekshumasi Santri Tewas di Wonogiri, 3 Orang jadi Terduga Pelaku

Widjajadi
19/12/2025 18:34
Polisi Ekshumasi Santri Tewas di Wonogiri, 3 Orang jadi Terduga Pelaku
Ponpes Santri Manjung, Wonogiri.(Dok. Istimewa)

POLISI, hari ini (19/12), melakukan penggalian jenazah atau ekshumasi atas kasus santri tewas dengan dugaan akibat dikeroyok di Wonogiri. Polisi juga menetapkan tiga orang rekan korban sebagai terduga pelaku.

 

Korban MMA, 12, merupakan siswa kelas 7 Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung. Korban meninggal pada Senin (15/12), setelah sempat dirawat di rumah sakit. Ayah korban, Mino, masih syok. Ia mengungkapkan belum ada permintaan maaf dari Ponpes Manjung.

 

Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo mengungkapkan sudah memeriksa sejumlah santri. "Sudah ada tiga terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal, namun proses penyelidikan dan penyidikan hingga kini masih belum selesai. Makam korban tadi (19/12) juga dibongkar," kata Wahyu. Totalnya, ada sembilan santri yang diperiksa oleh polisi.

 

Ponpes Manjung Dikelola Anggota Polisi

Pesantren Manjung merupakan lembaga pendidikan agama yang dikelola oleh anggota Polres Wonogiri Bripka Eko Julianto. Eko menyatakan sempat bertemu dengan korban dan melihat adanya lebam di wajah, namun tidak menduga akibat perundungan.

 

Eko mengungkapkan, saat bertemu, MMA menyatakan kurang fit, namun telah minum obat. Selang sehari, korban meminta izin tidak masuk karena sakit. Eko kemudian mendapat kabar bahwa MMA dibawa ke rumah sakit dan tidak tertolong. "Senin malam saya menyusul ke rumah duka. Paginya dari pondok juga takziah ke rumah duka," kata dia.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Suhartono berharap bahwa kasus perudungan yang menimpa MMA jangan sampai terjadi lagi di Wonogiri.

 

Dinas PPKB P3A Wonogiri sudah melakukan pengecekan di lapangan dan berharap polisi bisa menuntaskan kasus perudungan di pesantren itu. "Kalau dari kami, jangan sampai ada kejadian serupa lagi di kemudian hari. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau pelaku. Ini kan korban dan pelaku anak-anak semua," imbuh Hartono.

 

Dari sejumlah informasi, tambah Hartono, diduga para pelaku awalnya menyuruh korban untuk mandi. "Infonya korban susah mandi, dan kemudian dipukul. Sebelumnya juga sudah ada (bully) yang dilakukan. Kalau pelaku bullying lebih dari satu orang kan potensi bullying-nya lebih berat ya," katanya.

 

Dinas PPKB P3A Wonogiri mengatakan akan aktif melakukan sosialisasi di lingkungan pendidikan dan juga masyarakat untuk lebih peka, untuk mengantisipasi munculnya kasus perudungan.

 

Terpisah, pejabat Kantor Kemenag Wonogiri Mursidi menjelaskan, pihaknya telah datang ke Ponpes Santri Manjung untuk menelusuri kabar perundungan itu. “Kita prihatin juga. Ponpes itu termasuk besar," katanya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya