Rabu 25 Januari 2023, 07:27 WIB

Empat Tersangka Penyelundupan BBM Ilegal Ditahan Kejari Flotim 

Fransiskus Gerardus Molo  | Nusantara
Empat Tersangka Penyelundupan BBM Ilegal Ditahan Kejari Flotim 

Koresponden MGN/Fransiskus Gerardus Molo.
Barang bukti penyalahgunaan BBM berupa puluhan jeriken dan sebuah mobil pikup yang disita polisi Flotim.

 

KASUS dugaan penyalahgunaan 1,5 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar yang menyeret empat tersangka kini telah dilimpahkan penyidik Sat Reskrim Polres Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kejaksaan Negeri Flores Timur setelah kurang lebih 8 bulan lamanya dilakukan penyelidikan dan penyidikan di Polres Flores Timur. 

Keempat tersangka dalam kasus itu adalah petugas Polair Lembata berinisial I, Nahkoda KM Putra Firland berinisial H, Agen Kapal berinisial MEF, dan pengangkut BBM berinisial RK. 

Selain keempat tersangka yang diserahkan Satreskrim Polres Flores Timur ada pula barang bukti berupa 1 unit kapal jenis fiber 25 GT, 1 unit mobil pikap, dan puluhan jeriken, serta sejumlah uang hasil penjualan barang bukti BBM jenis solar. 

Baca juga: Resmob Polres Flotim Tangkap Nakhoda Kapal Pengangkut BBM Ilegal

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Flotim I Nyoman Sukrawan mengatakan Kejaksaan Negeri Flotim, Selasa (24/1), menerima pelimpahan perkara atau tahap dua dari Polres Flores Timur, terkait kasus dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar sebanyak 1,5 ton yang hendak dibawa ke Lembata pada Mei 2022 lalu. 

Pihak Kejaksaan Negeri Flotim kemudian menahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan BBM jenis Solar ini. 

Saat ini, keempat tersangka tersebut dititipkan di Rutan Kelas IIB Larantuka selama 20 hari ke depan sambil menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Larantuka. 

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 55 UU No 11 tahun 2021 tentang cipta kerja Jo Pasal 55 ayat 1 ke- 1 KUHP dan Pasal 56 ayat 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 Miliar. 

Sementara itu, Ipi Daton, Kuasa Hukum dari tersangka petugas Polair berinisial I dan Agen Kapal berinisial MEF mengatakan akan mengikuti proses hukum yang ada. 

Ipi Daton juga mengatakan kliennya melakukan pesanan BBM tersebut untuk untuk membantu salah satu kapal kargo yang kehabisan BBM dan telah sekian lama bertahan sandar di pelabuhan Lewoleba bukan untuk melayani kebutuhan kapal-kapal Lempara di Kabupaten Lembata. 

Ipi juga menerangkan pada saat melakukan pesanan, kliennya tidak memesan BBM jenis solar yang bersubsidi namun hanya memesan BBM jenis solar. Kliennya juga tidak mengetahui BBM yang disiapkan oknum RK sebagai penyedia adalah BBM yang Bersubsidi. 

Untuk itu, sebagai kuasa hukum, Ipi Daton mengatakan akan mengikuti proses hukum yang ada. Dan dalam waktu dekat dirinya akan mengajukan penangguhan penahanan atas tersangka I oknum Polair dan Tersangka  MEF Agen Kapal. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

PLN Putus Sambungan Listrik Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar

👤Widhoroso 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:57 WIB
PLN unit layanan pelanggan (ULP) Saumlaki, Maluklu melakukan pemutusan jaringan listrik yang mengaliri kantor bupati Kepulauan Tanimbar,...
Ist

Relawan Puan Sosialisasikan Kelor sebagai Pencegah Stunting di Sukabumi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:49 WIB
Kegiatan melawan stunting di Desa Pabuaran diadakan berkat kerja sama HaloPuan dengan kader PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten...
DOK MI.

Polres Padang Panjang Tetapkan Sopir Truk Tersangka Kecelakaan Beruntun

👤Gusri Elfaishal 🕔Jumat 27 Januari 2023, 21:48 WIB
Satu hari pascakecelakaan beruntun yang menewaskan tiga pengendara, Kepolisian Resort Padang Panjang menetapkan Novriaggani, 47, sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya