Selasa 24 Januari 2023, 22:13 WIB

Sidang Gugatan Perdata Tragedi Kanjuruhan Ditunda Lagi

mediaindonesia.com | Nusantara
Sidang Gugatan Perdata Tragedi Kanjuruhan Ditunda Lagi

MI/Bagus Suryo
Pengadilan Negeri Kelas IA Malang, Jawa Timur.

 

SIDANG gugatan perdata sejumlah korban Tragedi Kanjuruhan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Malang, Jawa Timur, Selasa (24/1), kembali ditunda karena sejumlah pihak tergugat dan turut tergugat tidak hadir dalam persidangan.
 
Ketua Majelis Hakim Judi Prasetya mengatakan sidang perdata yang dilayangkan sejumlah korban Tragedi Kanjuruhan tersebut ditunda selama tiga pekan dan akan dilanjutkan pada 14 Februari 2023.
 
"Sidang ditunda selama tiga minggu," kata Judi.
 
Dalam persidangan yang dimulai kurang lebih pukul 11.40 WIB tersebut, dia mengatakan sejumlah pihak yang tidak hadir dalam sidang itu adalah pihak tergugat dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
 
Kemudian, sejumlah pihak tergugat yang juga tidak hadir dalam sidang itu adalah Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Malang. Jika dalam sidang ketiga, para pihak tersebut kembali tidak hadir, sidang akan dilanjutkan ke proses mediasi.
 
"Kalau panggilan berikutnya tidak hadir, maka sidang dilanjutkan ke mediasi," tambahnya.


Baca juga: Optimistis Tekan Kemiskinan di Jateng, Ganjar Upayakan dari Beragam Sektor

 
Sebagai informasi, dalam gugatan perdata tersebut, ada delapan pihak tergugat yakni Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Dewan Pengawas PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Panitia Penyelenggara Arema FC, dan Security Officer BRI Liga 1 2022-2023.
 
Kemudian, PT Indosiar Visual Mandiri, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain itu, pihak turut tergugat yakni Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Kabupaten Malang.
 
Gugatan perdata itu mewakili tujuh orang dari keluarga korban Tragedi Kanujuruhan, yakni Devi Athok Yulfitri warga Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang; Prengil Wayut Slamet, warga Kecamatan Wonosari; Cholifatul Noor, warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang; serta Fasycila Rachma Putri, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
 
Kemudian, Muhammad Ishanul Karim, warga Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang; Anggi Maulana, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang; dan Muhammad Ishaq, warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
 
Dalam gugatan tersebut, pihak penggugat mengajukan ganti rugi kepada pihak tergugat senilai Rp62 miliar. Angka tersebut terbagi dalam kerugian materiel senilai Rp9,02 miliar dan imateriel senilai Rp53 miliar. (Ant/OL-16)
 
 

 

Baca Juga

ANTARA

Bulog Pekalongan Gelontorkan Puluhan Ton Beras Untuk Stabilkan Harga

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:18 WIB
PERUM Bulog Cabang Pekalongan, Jawa Tengah menggelontorkan 28 ton beras kelas medium ke 12 pasar di wilayah pantai utara (pantura). Hal itu...
Dok. Pribadi

Cerita Eka Demyanti Membangun Salon Kecantikan Hingga Bersertifikasi Internasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:17 WIB
Dengan banyaknya pelanggan yang merasakan hasil nyata dan puas, membuat usahanya itu menjadi salah satu salon kecantikan terbaik di Jawa...
Dok. Pemprov Jateng

Taj Yasin Minta Mahasiswa Rawat Guyub Rukun Masyarakat 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 17:15 WIB
"Alhamdulilah di Jateng sendiri untuk polarisasi agama, suku, kelompok, itu sampai saat ini masih bisa kita patahkan, karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya