Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT orang warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan terluka pascagempa bermagnitudo 4,3, Selasa (24/1) dini hari. Satu dari empat korban mengalami luka berat sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan data BMKG, gempa tektonik terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Episenternya berada pada koordinat 6,82 Lintang Selatan dan 107,07 Bujur Timur pada jarak 7 kilometer Barat Laut Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 10 kilometer.
"Ada empat korban luka akibat dampak gempa dini hari tadi (Selasa)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Rizal Fatah, Selasa (24/1).
Keempat korban yakni Siti, 34, warga Kampung/Desa Cijedil RW 004 Kecamatan Cugenang; Halimah, 42, warga Kampung Kedung Girang RT 002/007 Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang; Dimas, 26, warga Kampung Kedung Girang RT 002/007 Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang dan Ajid, 7, warga Kampung Bebesaran RT 01/07 Desa Ciputri, Kecamatan Pacet. Tiga orang korban mengalami luka ringan dan 1 orang mengalami luka berat.
"Atas nama Ajid sempat dirujuk ke RS Cimacan, tapi informasi dari rumah sakit dirujuk lagi ke RS Ciawi karena lukanya berat," ungkapnya.
Baca juga: BNPB Imbau Warga Cianjur di Zona Rawan Bencana Bersedia Pindah
Menyangkut kerusakan bangunan yang terdampak, Rizal mengaku sampai saat ini belum menerima laporan. BPBD terus memantau perkembangan di lapangan.
"Belum, belum ada laporannya," tutur mantan Camat Kadupandak ini.
Hingga Selasa (24/1), gempa susulan di Kabupaten Cianjur pascagempa tektonik bermagnitudo 5,6 pada 21 November 2022 terjadi sebanyak 487 kali. Rizal mengimbau masyarakat tetap waspada.
"Terutama warga yang tinggal pada bangunan rumah yang konstruksinya rusak. Kalau sekiranya bisa menimbulkan kerusakan baru, lebih baik berpindah sementara ke tenda-tenda pengungsian," pungkasnya.(OL-5)
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Ramp check kendaraan angkutan umum dan barang dipusatkan di kawasan Terminal Pasirhayam, Selasa (10/2). Tim juga melakukan tes urine serta memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi.
Pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu instrumen yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
KUOTA haji tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkurang dratis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved