Kamis 19 Januari 2023, 05:52 WIB

Komunitas Sopir Truk Jabar Sosialisasi Keselamatan Berkendara

mediaindonesia.com | Nusantara
Komunitas Sopir Truk Jabar Sosialisasi Keselamatan Berkendara

dok.ist
Komunitas sopir truk Jawa Barat sosialisasi keselamatan berkendara di Jalan M. Toha, Desa Kasutri, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan

 

BUDAYA tertib dalam berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini untuk membangun budaya bertransportasi dengan selamat di kalangan para sopir truk. Hal tersebut mendesak guna mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

"Safety driving merupakan suatu upaya yang harus ditingkatkan kesadarannya oleh para pengemudi truk. Tata tertib dalam berlalu lintas harus menjadi budaya yang melekat dalam diri para sopir truk," kata Koordinator Sopir Truk Jawa Barat Willy Sadli saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berkendara di Jalan M. Toha, Desa Kasutri, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (18/1/2023).

Menurut Willy, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk menanamkan pengetahuan dan menumbuhkan perilaku tertib berlalu lintas. Ada harapan para sopir truk memahami tata cara berlalu lintas dengan baik, mengenal kondisi kendaraan dan tubuhnya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan di masa datang.

"Ada tiga faktor yang menjadi penyebab kecelakaan yaitu faktor manusia, kendaraan dan lingkungan. Faktor penyebab kecelakaan tertinggi adalah manusia yang disebabkan kecerobohan pengguna jalan, kurangnya pemahaman pengguna jalan terhadap teknik berkendara, etika berlalu lintas, pengecekan kendaraan dan minimnya kesadaran sopir terhadap keselamatan berlalu lintas," jelas dia.

Merilis dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), per 18 Januari 2023, hampir 90% dari total kecelakaan truk/bus akibat rem blong di jalanan menurun. Menurut Willy, data tersebut harus menjadi perhatian serius dari para sopir truk.

"Memang kecelakaan yang paling banyak terjadi oleh truk ini disebabkan oleh rem blong. Kami menghimbau agar para sopir truk ini terus memeriksa kendaraan secara berkala dan juga jangan melebihi kapasitas muatan di dalam truk tersebut," lanjut dia.

Hal senada diungkapkan oleh narasumber kegiatan sosialisasi tersebut, Jamal. Menurut Jamal, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan oleh para sopir truk sebelum berkendara.

"Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh para sopir sebelum berangkat, seperti mengecek kondisi kendaraan, mengecek kondisi pengereman dan kondisi diri sendiri, seperti menjaga kesehatan dan apabila ngantuk harus istirahat. Serta harus mematuhi rambu lalu lintas. Selain itu, kami menghimbau kepada oara sopir truk untuk tidak melebihi muatan karena akan berpengaruh terhadap kondisi pengereman dan kondisi bannya," kata Jamal.

Selain sosialisasi kepatuhan berkendara, Komunitas Truk Jawa Barat membagikan sembako kepada sejumlah peserta yang terdiri dari anggota keluarga dari para sopir truk dan montir. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam memperkuat jaringan konsolidasi Ganjar Pranowo Presiden 2024. (OL-13)

Baca Juga

MI/Depi Gunawan.

Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon di Jalan Tangkuban Parahu

👤Depi Gunawan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 16:05 WIB
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Fani, 28, warga Karawang, yang membonceng anak serta istrinya. Mereka mengendarai motor...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Banjir Masih Merendam Kota Semarang

👤Achmad Safuan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 15:00 WIB
Bencana banjir masih merendam wilayah Kota  Semarang, sehingga warga tetap siaga apalagi diperkirakan cuaca ekstrem masih akan...
MI/Seno

Hakim Pengadilan Agama Dipecat karena Telantarkan Anak

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 14:50 WIB
Ia dilaporkan karena melakukan poligami, tidak mengakui anak, tidak menafkahi anak dan tidak memberikan contoh sebagai hakim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya