Selasa 17 Januari 2023, 23:45 WIB

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Vonis Mati Lima Terdakwa Narkotika

mediaindonesia.com | Nusantara
Pengadilan Tinggi Banda Aceh Vonis Mati Lima Terdakwa Narkotika

DOK.MI
Ilustrasi

 

PENGADILAN Tinggi Banda Aceh (PT BNA) memutuskan vonis hukuman mati terhadap lima terdakwa kasus narkotika pada tingkat banding yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri (PN) Idi Aceh Timur.
 
"Putusan PT BNA terhadap kelima perkara tersebut diputus karena telah dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika," kata Kepala PT Banda Aceh, Suharjono, di Banda Aceh, Selasa (17/1).
 
Suharjono mengatakan, kelima perkara narkotika tersebut didakwakan dengan pasal yang sama, yaitu pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) sebagai dakwaan primer dan pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) sebagai dakwaan subsider yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
 
Suharjono menjelaskan, putusan PT BNA terhadap kelima perkara itu dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
narkotika secara tanpa hak atau melawan hukum menerima dan menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman secara terorganisasi.
 
Artinya, kejahatan tersebut dilakukan oleh suatu kelompok terstruktur yang telah ada untuk suatu waktu tertentu dan bertindak bersama dengan
tujuan yang sama.
 
Menurut Suharjono, barang bukti yang jumlahnya sangat mengkhawatirkan mental dan moral generasi muda menjadi salah satu alasan utama dijatuhkannya hukuman mati tersebut.


Baca juga: Pascakerusuhan, PT GNI Kembali Beroperasi

 
"Terus terang saya kaget dengan jumlah barang bukti yang ditemukan terkait perkara narkotika di Aceh," ujarnya.
 
Seperti diberitakan pada salah satu perkara itu, saat penangkapan, petugas menyita narkoba jenis sabu dengan berat 210 kilogram, 200 ribu butir pil ekstasi (inex), dan 47.500 butir happy five. Barang terlarang diduga dipasok dari perairan Selat Malaka, menggunakan perahu motor.
 
Suharjono menambahkan, pihaknya sangat concern terhadap kejahatan narkotika, karena benar-benar dapat meracuni generasi bangsa untuk jangka panjang.
 
Dia menuturkan, sebagian besar perkara narkotika yang diadili PT BNA memiliki barang bukti yang jauh melebihi berat dalam ketentuan UU narkotika, karena itu dapat dijatuhkan hukuman berat mulai dari pidana seumur hidup hingga eksekusi mati.
 
"Hukuman berat ini diberikan dalam rangka pembelajaran bagi orang-orang lain agar tidak bermain-main dengan narkoba," kata Suharjono.
 
Dalam kesempatan ini, Humas PT BNA Taqwaddin juga meminta kepada para jurnalis untuk tidak mencantumkan nama hakim yang menyidangkan perkara narkoba, baik itu hakim pada Pengadilan Negeri maupun Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi.
 
"Demi keamanan dan kenyamanan para hakim, nama-nama para hakim tidak diberitakan. Hal ini penting karena kejahatan narkoba dilakukan oleh jejaring sindikat yang dapat membahayakan keselamatan hakim," demikian Taqwaddin. (Ant/OL-16)

Baca Juga

dok.Pemkot Tegal

Pelabuhan Perikanan Tegalsari Kota Tegal Kapan Dibangun? ini kata Jumadi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:35 WIB
WAKIL Wali Kota Tegal, M. Jumadi sebut bila tidak ada rintangan, September-Desember 2023 sudah ada kepastian pendanaan pembangunan...
ANTARAFOTO/ Basri Marzuki

Sepuluh Penerbangan dari Sam Ratulangi Ditunda

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 10:38 WIB
Hujan disertai angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Manado dan sekitarnya berdampak terhadap penerbangan di Bandara...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Rob Landa Kawasan Pesisir Kabupaten Tanah Laut

👤Denny Susanto 🕔Jumat 27 Januari 2023, 09:06 WIB
Sejak beberapa pekan terakhir cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya