Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

25 Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Lulus Jalur Undangan dan Beasiswa OSC Medcom 2026

Amiruddin Abdullah Reubee
03/4/2026 18:56
25 Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Lulus Jalur Undangan dan Beasiswa OSC Medcom 2026
Para Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie, Aceh, yang lulus jalur undangan atau jalur prestasi masuk Perguruan Tinggi.(Dok. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

LEMBAGA Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie, Sekolah Sukma Bangsa Bireuen dan Sekolah Sukma Bangsa Lhok Seumawe, telah menginjak usia 20 tahun. Itu sesuai usia peresmiannya pada 14 Juli 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kala itu. 

Kini sekolah berkarakter kebanggaan masyarakat Aceh itu semakin mengepak sayap melalui prestasi para lulusan SMA. Mereka mampu bersaing untuk masuk berbagai Universitas atau Perguruan tinggi ternama dan kampus swasta terkemuka di tanah air. 

Tahun 2026 ini misalnya, sebanyak 16 anak kelas 12 SMA Sukma Bangsa Pidie berhasil lulus di jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) program S1. Lalu 6 siswa lainnya lulus Poltekkes Kemenkes Aceh Jalur Prestasi (rapor) program D4 dan D3. 

Kedua sistem kelulusan itu lebih populer atau lebih terkenal dengan jalur undangan untuk mahasiswa sarjana 1, Diploma 4 dan Diploma 3. Kelulusan mereka berbasis nilai rapor dan prestasi lainnya.

Selain lulus jalur undangan ada juga 3 siswa lainnya lulus jalur beasiswa Online Scholarship (OSC) medcom.id. Tes ini dilakukan melalui Medcom.id dilakukan daring melalui laman osc.medcom.id dengan tahapan: registrasi, mengerjakan tryout, mengikuti online test (tes pilihan ganda) pada tanggal yang ditentukan, seleksi berkas, dan wawancara bagi yang lolos.

OSC merupakan kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia sejak (tahun 2015) yang menyediakan beasiswa peunuh untuk program S1 dan S2. Lalu menanggung uang pangkal 100 persen dan uang smester hingga lulus pada 18 PTS terkemukan di Indonesia. 

"Ada 25 yang lulus melalui prestasi. Masing-masing 16 melalui jalur SNBT untuk S1, 6 melalui jalur prestasi (rapor) untuk D4 dan D3. Lalu 3 lainnya jalur beasiswa Medcom.id," tutur Marthunis Bukhari, Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, kepada Media Indonesia, Jumat (3/4). 

Adapun mereka yang lulus jalur SNBT itu masing-masing bernama M Fazil Fakhrullah (Rekayasa Perangkat Lunak-ITS), Zakiyatunnufus (Pendidikan Dokter-USK), Rina Maghfirah S (Pendidikan Dokter Hewan-USK), Alif Alfaathir (Ilmu Kesejahteraan Sosial-UIN Sunan Kalijaga), Natasya Fahira (Teknik Komputer-USK), Bunayya Fahiniati (Statistik-USK), Putri Thahira (Akutansi USK), Achakira (Manajemen-USK), dan Anna Althafunnisa (Ekonomi Pembangunan USK). 

Lalu Ghazi Al Zhafir (Bisnis Digital-USK), Mujibur Rahman (Ilmu Hukum-USK), Atika Salwa Nabila (Ilmu Pemerintahan-USK), Elvira Febifany (Agribisnis-USK) , Haura Sofia (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian-USK), Nafira (PGSD-USK), serta Izzatun Salima (Pendidikan Biologi-USK). 

Kemudian siswa lulus melalui jalur jalur beasiswa OSC Medcom.id yaitu Afifah Khalila (Manajemen UMSU-Sumatra Utara), Naila Hasinatun Huzwah (Farmasi UMS-Jawa Tengah), dan Ghina Salsabila (Ilmu Hukum UMSU-Sumatra Utara). 

Enam siswa lainnya yang lulus Poltekkes Kemenkes Aceh Jalur Prestasi (rapor) program D4 dan D3. Masing-masing adalah Anna Althafun Nisa (D4 Terapi Gigi), Nafira (Gizi dan Dietetika), Haura Sofia (D4 Gizi dan Dietetika), Syahrina Zulaikha (D4 Sanitasi Lingkungan), Natasya Fahira (D4 Sanitasi Lingkungan), serta Atika Salwa Nabila (D3 Teknologi Laboratorium Medis). 

"Adik-adik ku sekalian, ini baru proses awal dunia kampus mu. Waktu kamu di bangku sekolah, selalu di dorong dan di ingatkan orang tua. Sekarang di bangku kuliah engkau telah lepas ke alam bebas yang jauh dari panduan orang tua. Jangan sekali-kali terlena mengatur waktu dan salah menyisihkan keuangan. Orang tua jauh di kampung sana, sedangkan kita harus mampu menata diri dan bersaing dengan ribuan remaja lain berbagai latar belakan yang datang dari penjuru tanah air,"  tutur Ghina Zuhaira yang juga masuk Fakultas Kedokteran USK empat tahun lalu melalui jalur Undangan. 

Ghina Zuhaira juga mengingatkan terutama kepada remaja putri calon mahasiswi, supaya pandai menjaga diri dari berbagai godaan. Baik terkait moral dalam bergaul atau kejujuran dengan dosen dan sesama perantau mahasiswa. 

"Jagalah almamater Sekolah Sukma Bangsa yang telah membesarkan kita. Hormatilah Sang dosen sebagsi orang tua dan berbaiklan sesama teman, karena mereka adalah saudara kita di perantauan," tambah Ghina yang sedang menjalani Dokter Koas di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh. (h-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya