Selasa 17 Januari 2023, 07:30 WIB

Satpol PP Semarang Terus Sisir Perumahan tidak Berizin

Mediaindonesia.com | Nusantara
Satpol PP Semarang Terus Sisir Perumahan tidak Berizin

Antara/Aji Styawan
Perumahan Dinar Indah Semarang.

 

Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Semarang menegaskan akan terus melakukan penyisiran terhadap perumahan-perumahan yang tidak berizin, dengan menyasar wilayah-wilayah pinggiran, seperti Mijen, Gunungpati, hingga ke arah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto, di Semarang, Senin (16/1), menyebutkan banyak siasat yang dilakukan developer atau pengembang dalam membangun perumahan seolah-olah sudah memenuhi persyaratan perizinan, padahal belum.

"Saat ini, banyak developer nakal menyiasatinya dengan jual kavling siap bangun. Namun yang berizin hanya satu rumah. Padahal kalau kavling 20 rumah ya harusnya ajukan izin semuanya," katanya.

Jika dalam penyisiran yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang menemukan bangunan yang melanggar atau belum berizin, Fajar memastikan akan langsung dilakukan penyegelan dengan memberikan garis polisi (police line).

Menurut dia, ketegasan dalam penindakan perumahan berkaitan dengan perizinan sangat diperlukan karena berdampak terhadap lingkungan, seperti banjir karena tanah dibangun menyalahi tata ruang.

"Kemarin ada dua longsor di perumahan Gunungpati. Satu proses KRK (keterangan rencana kota), satunya belum. Kami lihat di (Perumahan) Dinar Indah Meteseh juga terjadi banjir seperti itu," wantinya.

Di sisi lain, Fajar berharap ketegasan serupa juga dilakukan Dinas Penataan Ruang dengan memberikan penindakan, berupa teguran hingga rekomendasi penyegelan terhadap bangunan yang melanggar aturan.

"Jangan sampai kami (satpol) turun dikira cari-cari. Kami diserang terus oleh masyarakat. Masa IMB (Izin Mendirikan Bangunan) belum ada tapi masih bisa bangun," katanya.

Tak hanya itu, Fajar juga mengharapkan keaktifan dari lurah dan camat selaku pemangku wilayah memantau dan memberitahu pengembang mengenai daerah larangan dibangun, seperti bantaran sungai, lahan hijau, atau daerah rawan longsor.

Apabila lurah dan camat aktif dalam mengontrol dan mengawasi wilayah yang diampunya, Fajar yakin tidak akan ada penertiban karena tidak ada pengembang perumahan yang melakukan pelanggaran. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. Pemprov Jateng

Peringati 1 Abad NU, PBNU Silaturahmi ke Ponpes Roudlotus Sholichin

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:22 WIB
Rombongan PBNU yang diwakili Wakil Sekretaris Jendral Isfandiari Mahbub Djunaidi di Ponpes Roudlotus Sholichiin kali ini merupakan...
MI/Supardji Rasban

DPW Nasdem Jateng Ingatkan Antar Caleg NasDem Jangan Bersaing

👤Supardji Rasban 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:15 WIB
CALON Legislatif (caleg) Partai NasDem diminta untuk tidak saling bersaing dengan antarcaleg Partai NasDem sendiri dalam kontestasi...
ANTARA

Ada Naga 38 Meter di Cap Go Meh Putussibau

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:51 WIB
Sebelum berkeliling di pusat Kota Putussibau, naga sepanjang 38 meter itu terlebih dahulu melakukan ritual di depan Klenteng atau Pekong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya