Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK sepekan terakhir, harga ayam pedaging di kawasan Provinsi Aceh mulai turun. Penurunan itu diduga karena masa liburan tahun baru 2023 sudah berakhir. Kondisi tersebut mendapat sambutan baik dari pemilik warung nasi, penjual martabak telor, pedagang makanan dan masyarakat.
Di Pasar Ayam Pante Teungoh, Kota Sigli, pada Sabtu (14/1), harga ayam pedaging Rp23.000 per kg (kilogram). Harga tersebut lebih murah dari sebelunya Rp26.000 per kg.
Fitri, pedagang ayam pedaging grosir di Pidie, mengatakan, stok ayam pada pekan lalu beda dengan sekarang. Kalau saat itu persediaan barang tidak begitu banyak, sekarang produksinya cukup memadai. Permintaan saat itu mungkin lebih banyak dari sekarang. Apalagi sebagian peternakan ayam saat liburan tahun baru tidak panen.
"Kalau sekarang barang banyak, permintaan berkurang. Sedangkan sepekan lalu permintaan membludak, tapi pasokan tidak meningkat. Sesuai teori pasar, harga pasti naik saat itu," kata Fitri.
Baca juga: Harga Daging Ayam Di Kota Sukabumi Masif Fluktuatif
Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Tengah. Para penjual ayam potong yang pekan lalu sangat sibuk melayani pelanggan, sekarang mulai reda.
"Kini aktivitas pasar ayam mulai berkurang bila dibandingkan pekan lalu," tutur Nazar, agen ayam pedaging di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Sabtu (14/1).(OL-5)
Data sementara posko darurat Aceh mencatat 56.652 hektare sawah di 18 kabupaten dan kota rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Pemerintah memilih mengebut pembangunan jembatan permanen di Aceh meski status tanggap darurat bencana belum sepenuhnya dicabut.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved