Rabu 11 Januari 2023, 11:20 WIB

Penjualan Batang Ubian Rose di Sikka Anjlok Imbas Virus Babi

Gabriel Langga | Nusantara
Penjualan Batang Ubian Rose di Sikka Anjlok Imbas Virus Babi

MI/Gabriel Langga
Pedagang ubian rose di Pasar Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sepi pembeli terkena dampak virus babi (ASF) sejak dua tahun terakhi

 

PARA penjual batang ubian rose di Pasar Alok, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan sepinya pembeli. Hal ini imbas dari virus babi atau penyakit African Swine Fever (ASF) menyerang ternak babi dalam dua tahun terakhir. Para penjual batang ubian rose pun memilih pasrah dengan kondisi yang ada.

Salah satu penjual batang ubian rose di Pasar Alok,  Adolfus saat berbincang-bincang dengan mediaindonesia.com, Rabu (11/1/2023), menyatakan batang ubian rose ini merupakan salah satu makanan ternak hewan babi. Sebelum adanya virus babi, banyak warga yang datang membeli batang ubian rose, khususnya para peternak babi dengan jumlah yang banyak. Dagangan diapun selalu habis terjual.

"Belum adanya virus babi, dagangan saya dalam dua hari selalu habis terjual. Biasanya yang borong itu para peternak babi. Mereka membeli batang ubian rose ini dalam jumlah yang banyak . Permintaan batang ubian rose cukup tinggi waktu itu," cerita dia

Sambil mengatur-atur dagangannya, Adolfus kembali menceritakan, penjualan batang ubian rose itu anjlok ketika virus babi menyerang hampir semua ternak babi di Kabupaten Sikka. Akibatnya, ribuan babi mati sehingga berdampak ke pedagang pakan ternak babi.

"Ribuan babi mati akibat diserang virus babi. Kematian babi itu juga berdampak pada kami. Tidak ada lagi para peternak yang datang beli batang ubian rose ini sehingga saya mengalami kerugian begitu besar. Batang ubian rose itu sampai kami buang ditempat sampah. Soalnya tidak ada lagi yang datang beli, habis babi mati semua pak," keluhnya.

Di tengah kekawatirannya, Adolfus masih optimis pakan ternak babi sejenis ubian rose masih dicari. Karena saat ini sudah ada warga yang sudah mulai pelihara hewan ternak babi.  "Sekarang ini sudah ada warga yang datang cari batang ubian rose. Tapi para peternak babi yang jumlah besar jarang yang datang beli batang ubian rose. Kemungkinan mereka trauma. Jadi saat ini, pembeli batang ubian rose belum pulih benar," papar dia.

Dirinya mengaku dalam sehari jualan batang ubian rose itu kadang-kadang tidak ada yang datang beli. Walaupun pun ada kata dia, pembelian pun hanya beberapa batang saja. "Dulu itu , dalam sehari batang ubian rose yang kita jual ludes habis. Sekarang pak, pembeli susah sekali. Kalaupun ada yang datang beli, hanya sedikit saja," tandas dia. (OL-13)

Baca juga: Wabah ASF Merebak di Sikka, Peternak Babi Diimbau Waspada

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rahmad

Belitung Targetkan Ekspor 100 Ton Ikan Kerapu ke Hong Kong

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:55 WIB
"Target kita masih tetap 100-120 ton tahun ini. Kerapu hidup tujuan negara ekspor juga masih sama yakni Hong...
Dok. Pribadi

Uskup Baru Jayapura Serukan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:33 WIB
Paus Fransiskus mengangkat Uskup Yan sebagai Uskup Jayapura menggantikan Uskup Leo Laba Ladjar sekaligus menempatkan Uskup Yanuarius...
DOK MI

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Balita Dan Siswa Di Jember Hoaks

👤Widhoroso 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:06 WIB
KAPOLRES Jember AKB Hery Purnomo menegaskan tidak ada kasus penculikan anak-anak balita dan siswa seperti yang ramai di sejumlah media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya