Jumat 06 Januari 2023, 11:33 WIB

Petani Padi di Pati Terancam Rugi Puluhan Miliar

Udin Ali Nani (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) | Nusantara
Petani Padi di Pati Terancam Rugi Puluhan Miliar

MGN/Udin Ali Nani
Petani Padi di Pati Terancam Rugi Puluhan Miliar

 

RIBUAN hektare lahan persawahan di 58 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terancam gagal panen lantaran terendam banjir. Kerugian diprediksi mencapai puluhan miliar rupiah.

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pati mengatakan areal persawahan yang terendam banjir tersebar di 9 kecamatan. Wilayah tersebut adalah Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Margorejo, Pati, Juwana, Tayu, dan Dukuhseti.

Baca juga: Pemkot Bandung akan Naikkan Tarif Pakir, tapi DPRD Belum Tahu

Tanaman padi yang terendam banjir berumur satu minggu hingga 40 hari dan baru saja dipupuk. Total areal tanaman padi yang terendam mencapai 2.674 hektare. Sementara itu, lahan yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 657 hektare.

"Dari sisi umur tanaman rata-rata antara 10 hingga 40 hari. Saat ini tanaman padi yang dinyatakan puso sudah mencapai 657 hektar," terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, Jumat (6/1/2023).

Jika dikalkulasi, petani merugi puluhan miliar rupiah akibat banjir dengan estimasi kerugian per hektar, sekitar Rp3.416.000 untuk padi yang masih berumur satu hingga hingga 35 hari.

Pihaknya akan mendorong supaya asuransi petani bisa dicairkan, bagi petani yang sudah terdaftar karena kerugian diperkirakan cukup besar.

"Kerugian kita belum bisa menghitung totalnya, karena umur tanaman padi mempengaruhi angka kerugian. Namun, kita akan mendorong agar para petani bisa mendapatkan kompensasi dari asuransi," tutur Niken.

Salah satu daerah persawahan yang terendam banjir berada di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Areal sawah yang terendam mencapai 80 hektare, dan padi yang puso diperkirakan mencapai 25 hektare.

Parnoto, petani yang terdampak, menyebut kejadian ini membuatnya dan petani lain di Desa Mintobasuki mengalami kerugian yang cukup besar karena gagal panen. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap nasib para petani.

"Di Desa Mintobasuki sudah seluruh lahan sawah terendam banjir, ketinggian air di sini sudah mencapai 60 cm. Kami meminta pemerintah bisa membantu petani menyediakan benih dan pupuk yang mencukupi agar bisa kami tanam kembali usai banjir surut," pinta Parnoto. 

Diketahui banjir di Kabupaten Pati sudah menggenangi persawahan sejak awal bulan Desember tahun lalu. Banjir diakibatkan oleh tingginya intensitas hujan sehingga Sungai Juwana meluap. Tak hanya lahan pertanian, air juga merendam permukiman warga. (Ren/A-3)

Baca Juga

MI/HO

Kementan Sinergi DPR Tingkatkan Kapasitas SDM Ogan Ilir

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:26 WIB
HARAPAN kesejahteraan petani meningkat seiring pertumbuhan sektor pertanian, hal itu tampak dari Nilai Tukar Petani...
MI/HO

Pembagian Sertifikat Wakaf Sejak 1977, Wamen ATR/BPN: 53% Dilakukan Di Era Presiden Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:22 WIB
Raja menyebut bahwa sertifikasi tanah Wakaf dan Rumah Ibadah menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo dan Menteri ATR/BPN Hadi...
DOK MI

Insentif Ketua RT/RW Di Kota Palu Naik Jadi Rp500 Ribu Per Bulan

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:23 WIB
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, kembali menaikkan insentif bagi ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) menjadi Rp500 ribu per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya