Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN paket bantuan berupa tikar plastik, selimut, handuk, peralatan mandi, sabun cuci, obat nyamuk, biskuit, sarung, popok bayi, dan bantal disalurkan untuk korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
Bantuan tersebut diberikan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Rabu (30/11). Bantuan secara simbolis diserahkan Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan kepada Danramil 0608-01 Kapten Dadang Sofyan selaku koordinator Posko Pengungsian Taman Prawatasari, Joglo, Cianjur.
Hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hermansyah Dulaimi, Ketua Harian R Dwiyanto Prihartono, beserta jajaran pengurus DPN Peradi dan DPC Peradi Jakarta Barat, Jakarta Timur, Karawang, Bandung, hingga Sorong.
Otto mengatakan hal ini merupakan satu misi peduli kemanusiaan dari para pengurus dan advokat anggota Peradi yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air. “Kami datang dari Jakarta, ada juga dari Jakarta Timur, Barat, Selatan, Depok, Karawang, Bandung, dan Cibinong,” katanya.
Peradi menyambangi dan memberikan bantuan di Posko Pengungsian Taman Prawatasari karena di lokasi itu terdapat banyak pengungsi, yakni mencapai 1.116 orang.
Pada kesempatan yang sama, Dadang juga menyampaikan terima kasih kepada DPN Peradi dan para advokatnya, yang telah memberikan bantuan kepada warga korban gempa.
Otto bersama jajaran juga sempat mengunjungi salah satu tenda pengungsi. Para pengungsi antusias menyambut dan terlibat perbincangan. Lena, salah satu warga, mengaku masih trauma atas musibah yang menimpanya.
Warga Sawah Gede tersebut mengaku trauma karena menyaksikan rumahnya hancur dan rata dengan tanah. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Peradi karena telah memberikan perhatian dan dukungan kepada para korban gempa.
Rombongan selanjutnya mendatangi posko pengungsian di Kecamatan Gekbrong. Di sana Peradi mendistribusikan bantuan kepada korban gempa di tiga desa, yakni Cikahuripan, Cikancana, dan Cintaasih.
Dalam perbincangan di tenda pengungsian, terang Otto, banyak warga mengatakan masih ada anggota keluarga yang dinyatakan hilang. Ia mengharapkan bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana yang tengah mengalami kesusahan.
Ribuan paket bantuan ini terkumpul dari para pengurus dan advokat anggota Peradi, yang awalnya berkomunikasi melalui grup aplikasi percakapan. Interaksi pun semakin meluas dan mereka antusias memberikan donasi.
Sekretaris Kecamatan Gekbrong, Syahdan Firmansyah menyampaikan terima kasih. Ia bersyukur DPN Peradi dan para advokat anggotanya memberikan bantuan untuk meringankan beban korban gempa di Cianjur.
Otto dan rombongan juga sempat melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin dan Dandim 0608/Cianjur Letkol Arm Hariyanto. Rombongan sempat meninjau kantor DPC Peradi Cianjur yang juga difungsikan sebagai Posko Peradi Peduli. Kantor tersebut tidak luput dari kerusakan, di antaranya sejumlah kaca pecah dan tembok retak.
Sejumlah anggota Peradi di Cianjur juga menjadi korban gempa. Pada kesempatan itu, Otto mengunjungi kediaman dua anggota DPC Peradi yang rumahnya rusak dan roboh. Otto menyerahkan bantuan dana untuk anggota yang terdampak tersebut. (J-2)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Peradi berkomitmen melahirkan advokat berkualitas yang mampu menjalankan fungsi penegakan hukum sekaligus menjaga keadilan.
Peradi menginisiasi kegiatan ini dengan merangkul banyak pihak. Dengan Kodam III Siliwangi merupakan kolaborasi yang pertama.
Peradi mengutuk keras aksi sekelompok preman yang menganiaya atau mengeroyok advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.
Advokat jangan melanggar aturan, apalagi sampai naik dan menggebrak-gebrak meja hakim saat persidangan.
Gebyar Kemerdekaan merupakan agenda tahunan Peradi Jakbar yang juga sebagai ajang silaturahim
Akademisi sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Luhut Pangaribuan menilai RUU KUHAP belum siap untuk dijadikan sebagai undang-undang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved