Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MINYAK tanah tiba-tiba langka di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (23/11). Kelangkaan minyak tanah mengakibatkan antrean di berbagai pangkalan di Kota Kupang.
Kondisi ini membuat pedagang eceran minyak tanah memanfaatkannya dengan menaikan harga hingga Rp15 ribu per botol ukuran satu liter dari harga normal Rp5.000 per botol. Adapun harga normal minyak di pangkalan sebesar Rp20 ribu per lima liter, dan harga minyak tanah eceran Rp25 ribu per lima liter.
Di sebuah pangkalan minyak tanah di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, minyak tanah habis sejak Rabu siang. Meski langka, pasokan minyak tanah dari pertamina dilaporkan lancar. "Setiap minggu saya menerima pasokan minyak tanah satu drum (ukuran 200 liter)," kata Pemilik Pangkalan Minyak Tanah, Ayup Ndun. Namun, Tapi sejak pekan terakhir, tidak ada lagi pasokan minyak tanah di Pertamina, yang memicu terjadinya kelangkaan.
Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma mengatakan segera memerintahkan Direktorat Reserta Kriminal Khusus untuk menyelidiki penyebab kelangkaan minyak tanah. "Kita bentuk tim untuk melakukan penyelidikan penyebab kelangkaan minyak tanah, apakah pengiriman dari pertamina atau ada penimbunan," ujarnya. (OL-15)
Lantas apa itu fraksi minyak bumi? Bagaimana bisa kekayaan alam tersebut dapat terbentuk dan berada di dalam perut bumi? Apa saja manfaat dan kegunaannya?
WARGA Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela mengantre selama berjam-jam di lokasi operasi pasar minyak tanah yang digelar PT Pertamina, Sabtu (26/11).
KELANGKAAN minyak tanah di wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membuat pemilik pangkalan menjadi sasaran amukan ibu-ibu.
KELANGKAAN minyak tanah di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlanjut. Hari ini, Kamis (24/11) terpantau pangkalan minyak tanah banyak yang tutup, karena tidak ada pasokan dari Pertamina
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved