Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/11) malam bertambah.
Berdasarkan pendataan terbaru, jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa bertambah dua unit menjadi 30 unit. Seluruh rumah yang rusak itu tersebar di tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.
Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf mengatakan, dua rumah rusak berat, satu unit di antaranya rata dengan tanah terdapat di Desa Retraen. Selanjutnya, di Desa Saharen terdata 13 rumah rusak dan satu gereja, sedangkan di Desa Sonraen 12 rumah rusak dan di Kelurahan Buraen dua rumah rusak.
"Warga yang terdampak sedang dalam pendataaan. Untuk para pengungsi, saya sudah mengimbau kepada mereka untuk tetap waspada," kata Tonci Teuf di Amarasi Selatan, Kupang, Selasa (22/11).
Baca juga: Gempa Cianjur, Pemerintah Intensifkan Pencarian Korban di Reruntuhan Bangunan
Dia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang sudah menyalurkan bantuan kepada para korban gempa. Adapun untuk warga yang rumahnya rusak berat kini masih mengungsi ke rumah tetangga yang tidak mengalami kerusakan akibat gempat tersebut.
"Untuk warga yang rumahnya tidak rusak atau hanya rusak ringan sudah kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.
Menurut laporan Stasiun Geofisika Kupang, sejak Selasa pagi sampai sore terjadi tiga kali gempa susulan, masing-masing dengan magnitudo 3,8 pada pukul 05.04 Wita sekitar 100 kilometer barat daya Kabupaten Sabu Raiju berkedalaman 14 kilometer.
Kemudian gempa dengan magnitudo 2,9 pukul 13.22 Wita, sekitar 37 km tenggara Kabupaten Kupang berkedalaman 69 km, serta
gempa dengan magnitudo 3,6 pukul 16.33 Wita sekitar 47 km barat laut Labuan Bajo, berkedalaman 134 km. (OL-16)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Sjafrie menegaskan bahwa sejarah perjalanan Timor Timur adalah urusan kebangsaan yang harus diletakkan pada fondasi empati dan persaudaraan.
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved