Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, dan petir diprediksi akan terjadi di Jawa Tengah hingga akhir pekan. Warga diminta untuk waspada
Pemantauan Media Indonesia hingga Jumat (11/11) sore, hujan disertai petir terjadi di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah. Meski belum ada laporan munculnya bencana namun kondisi ini membuat warga khawatir terutama yang berada di kereng perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS).
Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin ribut masih cukup tinggi dengan cuaca ekstrem seperti saat ini, bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga akhir pekan Sabtu (12/11).
"Potensi curah hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan mendatang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, demikian Sutikno, diperkirakan cuaca ekstrem tersebut bakal terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten/Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kendal, Batang, Brebes, dan sekitarnya.
Munculnya cuaca ekstrem di berbagai daerah di Jawa Tengah itu, lanjut Sutikno, dipicu adanya daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah Jateng dan anomali suhu muka laut positif di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa.
Kelembaban udara yang relatif tinggi, ungkap Sutikno, selain itu labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya Jateng.
"Kita mengimbau warga, terutama berada di wilayah rawan bencana agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan," imbuhnya.
Cuaca ekstrem ini, ujar Sutikno, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. (OL-15)
KONDISI cuaca di sejumlah lokasi di Bali masih belum normal. Selain masih diliputi mendung dan hujan ringan juga berhembus angin cukup kencang hingga menumbangkan pohon.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
BERDASARKAN prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi di 18 daerah dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa.
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved