Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) meningkat tajam di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT dalam dua pekan terakhir. Saat ini tercatat 40 pasien DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada awal November 2022, dalam sepekan terjadi 25 pasien DBD yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Jumlah tersebut meninggkat hingga pekan kedua November.
"Kasus DBD umumnya menyerang anak usia sekolah. Meski ada pasien yang sembuh tetapi tetap waspada dengan menjalankan pola hidup sehat dengan membersihkan tempat genangan air, menutup, menguburkan benda yang menjadi sarang jentik nyamuk. Selain itu dianjurkan gunakan obat nyamuk atau gunakan kelambu," terang Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Paul Mami, Jumat (11/11).
Paul Mami menghimbau setiap rumah tangga diwajibkan menaruh abate di kamar mandi agar tidak menimbulkan jentik nyamuk yang berubah menjadi serangan nyamuk DBD.
Tokoh masyarakat Manggarai Barat, Antonius Geneti mengatakan pemerintah setempat mestinya menggencarkan fogging untuk mencegah perkembangan nyamuk penyebab DBD. Hal ini harus dilakukan untuk menekan angka kasus DBD.
"Selama ini sudah jarang dilakukan fogging. Pemerintah setempat selalu berdalih bahwa fogging dilakukan pada tempat-tempat ditentukan tertentu saja," ungkapnya. (OL-15)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Ketika habitat alami dan satwa liar rusak, nyamuk kehilangan inang alaminya dan mulai beralih mengincar manusia sebagai sumber nutrisi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved