Jumat 11 November 2022, 13:15 WIB

Warga Papua Dukung KPK Periksa Lukas dan Kasus Lain

Mediaindonesia.com | Nusantara
Warga Papua Dukung KPK Periksa Lukas dan Kasus Lain

DOK Pribadi.
Sarlens LS Ayatanoi.

 

KEDATANGAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Papua untuk memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe dan mengumpulkan bukti-bukti baru yang terkait dengan perkara itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Ketua Forum Bela Negara Provinsi Papua, Sarlens LS Ayatanoi, menyebut pihaknya mendukung penuh upaya KPK yang selama sepekan ini melaksanakan tugas konstitusionalnya di Bumi Cenderawasih. 

Lembaga antirasuah itu memeriksa Lukas sebagai tersangka serta menggeledah beberapa rumah dan kantor swasta di sekitar Jayapura. "Saya mendukung penuh yang dilakukan KPK untuk menyelidiki setiap kasus yang ada sesuai dengan fungsi dan kewenangannya," tegas Sarlens di Jayapura.

Dalam pandangan pemuda kelahiran Serui ini, KPK telah melaksanakan tugasnya dengan benar, baik dalam memeriksa Lukas maupun dalam menggeledah rumah pihak-pihak terkait. Semua berlangsung dalam suasana damai, tanpa gejolak sebagaimana dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya. 

Dalam pengamatan Sarlens, di kabupaten-kabupaten dalam Papua banyak terjadi penyimpangan penggunaan dana otonomi khusus (otsus). Bahkan banyak pejabat partai-partai politik yang memanfaatkan uang otsus untuk kepentingan membesarkan partainya. Sarlens meminta KPK melakukan tugasnya hingga tuntas, sehingga ke depan, kasus yang sama tidak lagi dilakukan para pemimpin Papua pengganti Lukas. 

"Sebenarnya bukan Pak Lukas saja. Ada banyak kasus (korupsi) yang lahir juga di daerah-daerah yang perlu diselesaikan. Di kabupaten-kabupaten terlalu banyak kasus yang ada, perlu KPK turun tangan untuk menyelesaikan," ujar Sarlens.

Ketika KPK tak kunjung datang untuk memeriksa Gubernur Papua, lanjut Sarlens, dirinya sempat pesimistis. Jangan-jangan negara tidak berani menghadapi tersangka Lukas Enembe yang rumah kediamannya selalu dijaga ketat oleh ratusan massa pendukung Lukas. Namun setelah KPK datang, aku Sarlens, rasa pesimistis itu berubah. "Optimisme kami bangkit lagi," kata Sarlens.

KPK, lanjut Sarlens, datang dengan membawa semangat baru bagi masyarakat Papua. Semangat untuk menyelesaikan permasalahan tanpa kekerasan. "Hendaknya kita juga punya hati nurani untuk berpikir yang murni bahwa ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh seorang kepala daerah dan ada perhatian dari pusat untuk melakukan pemeriksaan, mohon kekerasan itu ditiadakan. Karena dengan kekerasan, masalah apapun tidak bisa selesai, tetapi justru akan menimbulkan masalah-masalah yang baru," tutup Sarlens. (RO/OL-14)

Baca Juga

Medcom

BMKG Bali Keluarkan Peringatan Potensi Munculnya Cuaca Ekstrem

👤Ruta Suryana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:31 WIB
BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini untuk potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang berdurasi...
MI/Yoseph Pencawan

Yayasan Karya Murni Kampanyekan Inklusi Disabilitas dari Pinggir Jalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:12 WIB
Ratusan anak penyandang disabilitas SLB Yayasan Karya Murni Medan berkampanye di tepi jalan mengedukasi masyarakat tentang...
DOK MI.

BNPB: Satu Warga Luka Ringan akibat Gempa Garut

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:04 WIB
Gempa itu dirasakan cukup kuat selama 4-5 detik di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya