Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras mengakibatkan longsoran batu besar menimbun ruas jalan penghubung Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menuju arah Pangandaran tepatnya di Dusun Karangwangkal, Desa Kawasen, Jawa Barat, Rabu (9/11). Akibatnya, 114 kepala keluarga (KK) terisolasi.
Kejadian itu dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa tetapi akses jalan tertutup total.
Kepala Desa Kawasen, Suharno, mengatakan, hujan deras yang terjadi Selasa (8/11) malam membawa material batu besar menutup badan jalan dan telah menyebabkan jalan penghubung Dusun Karangwangkal, Karangduyung, dan Caringin, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, arah Pangandaran tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Namun, kejadian itu telah menyebabkan 114 Kepala Keluarga (KK) di tiga Dusun terisolasi.
"Batu besar yang menutup jalan penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Pangandaran ini setelah semalaman wilayah itu diguyur hujan deras dan menyebabkan material batu longsor menutup jalan. Kejadian ini membuat masyarakat tidak bisa melalui jalan tersebut dan mereka harus mencari jalan lain menuju Pangandaran dengan jarak tempuh 30 kilometer," katanya di Ciamis, Rabu (9/11).
Baca juga: BKSDA Kaltim Evakuasi Bayi Orangutan yang Ditemukan Warga Kukar di Kebun
Sementara itu, Kapolsek Banjarsari Komisaris Ma'mun Murod mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa terakhir hari ini telah menyebabkan longsor membawa material batu besar menutup akses jalan penghubung alternatif berada di Dusun Karangwangkal, Karangduyung, dan Caringin, Desa Kawasen.
Kejadian itu menyebabkan 114 KK terisolasi karena akses jalan tertutup total. Petugas pun langsung dikerahkan untuk melakukan pendataan dan turun langsung ke lokasi untuk membantu warga.
"Material batu besar tersebut berukuran panjang 10 meter, lebar 7 m, dan tinggi 8 m yang menutupi akses jalan desa menghubungkan Dusun Karangwakal, Desa Kawasen," ujarnya.
Ma'mun mengatakan, perlu langkah evakuasi secepatnya agar masyarakat berada di tiga dusun tersebut tidak memutar arah untuk menuju Pangandaran. Selain, jarak tempuh menjadi lebih jauh sekitar 30 kilometer dan masyarakat juga harus selalu waspada. Karena, cuaca ektrem dapat menyebabkan longsor dan banjir.
"Kami meminta agar masyarakat untuk tetap siaga dan waspada karena memang bencana hidrometeorologi dapat menyebabkan longsor, banjir, pergerakan tanah dan pohon tumbang. Bagi warga yang terisolasi berada di sekitar longsoran batu besar itu supaya bersabar karena sedang ditangani," tuturnya. (OL-16)
POHON tumbang menimpa belasan rumah di Kecamatan Panawangan, Pamarican, Kawali, Cikoneng, Rajadesa, Cijeungjing, Cisaga, Cipaku, Banjaranyar, Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Truk boks ekspedisi warna orange datang dari arah Kota Banjar menuju Ciamis. Truk tiba-tiba menabrak jembatan ketika melewati jalan menurun
Pergerakan tanah akan makin meluas karena pergeseran tanah setiap harinya mencapai 1-3 sentimeter.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
. Beberapa bencana langsung ditangani oleh petugas BPBD yang melakukan assesmen serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved