Kamis 27 Oktober 2022, 17:05 WIB

Imigrasi Maumere Deportasi Satu WNA Timor Leste

Gabriel Langga | Nusantara
Imigrasi Maumere Deportasi Satu WNA Timor Leste

dok.humas imigrasi maumere
Kantor Imigrasi Maumere, Kabupaten Sikka, NTT mendeportasi satu WNA Timor Leste, GS, dikarenakan overstay atau izin tinggalnya telah habis

 

KANTOR Imigrasi Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mendeportasi satu Warga Negara Asing (WNA) asal Timor Leste berinisial GS. Dia dideportasi dikarenakan overstay atau izin tinggalnya telah habis berlaku.

Kepala Kantor Imigrasi Maumere Kelas II TPI Maumere, Eko Julianto Rachmad kepada mediaindonesia.com, Kamis (27/10) membenarkan bahwa pihak Imigrasi Maumere telah melakukan deportasi satu WNA Timor Leste.

Eko menjelaskan, yang bersangkutan telah melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yang mana, yang bersangkutan telah berada di Indonesia sejak bulan Maret tahun 2020. Sayangnya, izin tinggalnya sudah habis berlaku dan tidak dilakukan perpanjangan kembali sejak bulan Februari Tahun 2021.

"Ini berarti yang bersangkutan sudah overstay selama 1 tahun tujuh bulan. Kemudian yang bersangkutan diamankan oleh petugas Imigrasi setelah yang bersangkutan menyerahkan diri di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere," ujarnya.

Ia mengatakan, yang bersangkutan mengaku bahwa selama berada di Indonesia hanya berkunjung saja dan yang bersangkutan tinggal bersama saudaranya yang berkewarganegaraan Indonesia.

"Yang bersangkutan merasa betah tinggal di Indonesia dan ingin tinggal selamanya namun karena yang bersangkutan adalah warga negara asing jadi tidak dapat melakukan kegiatan apa-apa," papar dia.

Selanjutnya ungkap dia,  yang bersangkutan kita terbangkan menuju Kupang. Selanjutnya,  perjalanan darat menuju Kabupaten Belu dimana terhadap yang bersangkutan dideportasi melalui Pos Lintas Batas Negara Motaain menuju Timor Leste.

"Ini adalah kedua kalinya yang bersangkutan masuk ke Indonesia, dimana sebelumnya yang bersangkutan pernah mengunjungi Indonesia pada tahun 2019.. Karena tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersangkutan dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa pendeportasian ke negara asal serta penangkalan atau dilarang masuk kembali ke wilayah Indonesia," papar dia. (OL-13)

Baca Juga: Identitas Kerangka Manusia Ditemukan Warga di Kendari Terungkap

 

Baca Juga

ANTARA/Iggoy el Fitra

UMP Sumbar 2023 Naik 9,15 Persen

👤Yose Hendra 🕔Selasa 29 November 2022, 17:29 WIB
Jumlah ini sesuai dengan yang disepakati dalam rapat Dewan Pengupahan yang berlangsung 3 kali secara tripartit dengan unsur...
Dok.PGRI

Peringatan HUT PGRI, Wali Kota Pematang Siantar Serahkan Penghargaan kepada Guru Penggerak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 17:25 WIB
PGRI Kota Pematang Siantar memberikan apresiasi kepada Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani yang telah memberikan dukungan moril...
Ist

Tanoni Ingatkan Utusan Australia tidak Dekati Pemkab Rote Ndao

👤Palce Amalo 🕔Selasa 29 November 2022, 17:20 WIB
Ia minta Bupati Paulina Haning menegaskan Gugusan Pulau Pasir merupakan milik masyarakat adat Timor, Rote, Sabu, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya