Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan (dapil) Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dan Kabupaten Kepulauan Aru, Saudah Tuanakota/Tethool mendorong pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Malra, untuk memberikan kesempatan dan ruang bagi seniman lokal, untuk berpentas, di Festival Pesona Meti Kei (FPMK) ke VI tahun 2022.
”Saya kira, dengan adanya FPMK yang sudah menjadi agenda tahunan, maka tentunya akan memberikan banyak ruang kepada seniman lokal untuk tampil. Dan saya kira, mereka perlu diberi kesempatan pentas. Toh, potensi anak daerah tidak kalah kualitasnya, dari seniman dari luar,” kata Saudah.
Bagi Saudah, ajang seperti itu penting untuk menampilkan kreativitas anak daerah, baik dari sisi musik, tarian, konten kreator dan lain lain.
”Daripada kita undang musisi ibukota provinsi, lebih baik kita berdayakan musisi lokal yang ada di Kei. Ada banyak yang layak mendapatkan porsi lebih, dalam event tersebut,” ungkap dia.
Baca juga : Peringati Hari Batik Nasional 2022, Sleman Gelar Gebyar Batik
Dari strategi promosi dan marketing yang di desain panitia, Saudah berharap, bisa menggaet wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, untuk mempromosikan wisata alam yang ada di Kabupaten Malra.
”Wisata alam di Kepulauan Kei tidak kalah juga dengan daerah-daerah lain. Kita memiliki Ngurbloat di Ngilngof, Goa Hawang (Goa Suanggi) di Letvuan, Pasir Timbul di Warbal, dan juga beberapa spot ada di Kei Besar. Mudah-mudahan ini bisa terjangkau dengan promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” tandas Saudah.
Untuk diketahui, perhelatan event tahunan Festival Pesona Meti Kei ke-VI 2022, telah resmi dibuka Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan berlangsung pada 5-26 Oktober 2022. (RO/OL-7)
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Kementerian PPPA tengah melakukan koordinasi dengan dinas setempat terkait kasus anak berinisial AT (14) yang dianiaya oleh anggota Brimob di Tual, Maluku, hingga meninggal dunia.
Kementerian PPPA memastikan koordinasi dengan dinas setempat dan kepolisian terkait kasus anak meninggal dunia diduga akibat kekerasan oknum Brimob di Kota Tual, Maluku.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved