Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Indonesia menggelar workshop pemetaan risiko bencana dan penyusunan materi edukasi kebencanaan di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Diketahui, Desa Sembalun Bumbung menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi risiko bencana. Berdasarkan Indeks Rawan Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ancaman bencana yang berpotensi terjadi adalah gempa bumi, banjir, tsunami, kebakaran, longsor, gunung api, konflik sosial dan wabah penyakit.
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bekerja sama dengan Disaster Risk Reduction Center (DRRC) dan UPT Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (UPT K3L UI) menggelar program pembinaan terhadap warga yang ada di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan mengenai tanggap darurat kebencanaan dan diskusi bersama terkait pemetaan risiko bencana di Sembalun Bumbung.
Kegiatan yang bertema “Mewujudkan Desa Wisata Tangguh Bencana di Desa Sembalun Lombk Timur” itu diikuti oleh 21 peserta yang terdiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD, Kepala Camat, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), tokoh masyarakat, tokoh wanita, UMKM, koperasi, mahasiswa, dan masyarakat desa.
Adapun Tim Pengmas diketuai oleh Fatma Lestari yang beranggotakan Dadan Erwandi, Abdul Kadir. Tim dibantu oleh staff UI di Unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan yaitu Devi Partina Wadani, Nida Hanifah Nasir, Malik Ibrahim, Heri Jamal, Gumi Mani Saputra serta alumni mahasiswa K3.
Fatma mengatakan, kegiatan itu merupakan wadah kontribusi UI untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna memberikan informasi terkait pengelolaan risiko bencana.
Baca juga : Komunitas Nelayan Pesisir Sulsel Dorong Kemandirian Pangan Sektor Laut
"Juga mengedukasi para jajaran kelurahan terkait, ketua RT/RW, tokoh agama, dan masyarakat dan membangun kesadaran mitra yang terlibat akan bahaya bencana, terutama bencana kebakaran dan gempa bumi, Meningkatkan kerjasama dan membina hubungan dengan pemerintah Lombok,” kata Fatma, Senin (17/10).
Fatma menjelaskan, dalam program tersebut, peserta mendapat pemaparan dan penyampaian dialog interaktif tentang penanggulangan keadaan darurat yang mungkin terjadi di desa Sembalun, seperti gempa bumi, insiden medis, banjir, dan lain-lain.
Kegiatan juga dilengkapi dengan pelatihan P3K (Bantuan Hidup Dasar, Fiksasi dan Imobilisasi Korban Pengangkatan dan Pemindahan Korban/Lifting Moving). Kegiatab kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat dan pemerintah desa terkait pemetaan risiko bencana Desa Sembalun.
Fatma mengatakan, Sembalun Bumbung dipilih dengan pertimbangan lokasinya di kawasan pegunungan dan juga berlokasi di kawasan rawan bencana, karena dekat dengan gunung berapi Rinjani.
Ia berharap, program itu mampu meningkatkan kesadaran dan persiapan masyarakat melalui pembangunan atau peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana. Selain itu, juga membangun dan membuat seluruh Desa Sembalun Bumbung menjadi aktif dalam program kesiapsiagaan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kecamatan Sembalun Lalu Muliadi mengatakan, program pengabdian masyarakat itu memberikan manfaat dalam mewujudkan desa wisata yang tangguh bencana. Ia berharap kerja sama antara pemerintah NTB dan UI terus terlaksana, baik dalam hal penelitian maupun kegiatan pengabdian masyarakat untuk kemaslahatan semua.
"Tentunya diskusi bersama yang sudah dilakukan menjadi bekal bagi masyarakat yang ada di Sembalun Bumbung untuk selalu siap siaga dan antisipasi dalam menghadapi risiko bencana di daerah ini," katanya. (RO/OL-7)
Keterbukaan untuk belajar, merefleksikan diri, bertumbuh, dan berkolaborasi menunjukkan komitmen mendalam dalam mendidik siswa dan masa depan pendidikan di Kabupaten Sanggau.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Konferensi ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter dan kemajuan sains dalam menghadapi dinamika global serta percepatan transformasi digitaL
Pertambangan berkontribusi sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara mencapai Rp140,5 triliun pada 2024.
Kombinasi kunjungan kampus dan industri ini bertujuan agar siswa memiliki bekal etika dasar saat nantinya aktif berorganisasi maupun memasuki dunia kerja.
UI menyerahkan beasiswa 1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abado yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved