Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIHAN literasi digital tidak hanya menyasar pelajar, lembaga atau ormas, masyarakat pun juga dilatih melek literasi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar workshop literasi digital di Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan di Ende dipusatkan di Universitas Flores, sedangkan di Nagekeo di Pondok SVD. Ada 300 orang dari perwakilan masyarakat mengikuti workshop.
Workshop mengangkat tema Pemahaman pemakaian sosial media dalam melakukan filter terhadap berita hoax, diisi oleh narasumber
P.D. Indriastuty, seorang Key Opinion Leader (KOL) Ende, Ferdinandus Lidang Witi seorang tokoh pendidikan Ende, dan Indriyatno Banyumurti selaku pegiat literasi digital dari ICT Watch.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Ende, Supriyanto dalam pembukaan menyatakan bahwa semakin maraknya kejahatan siber dan hoaks akibat masyarakat hanya mengetahui cara menggunakan internet tanpa memahami etika penggunaannya.
"Pemerintah harus berkolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder lainnya agar nilai-nilai kebenaran dan etika dapat dijalankan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dalam menggunakan teknologi digital," kata Supriyanto, kemarin.
Sementara itu narasumber Indriastuty menyampaikan bahwa kebiasaan ingin dianggap paling pertama tahu tentang sesuatu merupakan racun di dalam masyarakat. Hal ini membuat masyarakat cenderung tidak melakukan verifikasi terhadap suatu informasi agar cepat menyebarkan informasi itu.
baca juga: Guru di Wilayah 3T Dilatih Melek Digital
Menurutnya ada enam cara untuk menangkal hoaks yaitu waspadai judul berita provokatif, cek situs berita yang dibaca, cek keaslian foto atau video, saring sebelum sharing, dan dan ikuti situs antihoax. "Jangan berhenti menyebarkan informasi cara menangkal hoax," ujarnya.
Sedangkan Ferdinandus Lidang mengingatkan peserta untuk selalu menjaga keamanan akun media sosial saat beraktivitas secara digital.
"Hati-hati mengklik tautan di media sosial, karena dapat mengakibatkan akun kita diakses dan kita dapat menjadi korban hoax," kata Lidang.
Sesi terakhir diisi oleh Indriyatno Banyumurti selaku pegiat literasi digital. Pria yang akrab disapa Ibe ini mengungkapkan fakta bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum siap dalam menghadapi era digital, terutama dalam hal etika. Saat ini ada 210 juta orang Indonesia telah terkoneksi dengan internet dan sepertiga dari hidup orang Indonesia ada di dunia digital.
"Tapi, ternyata masyarakat Indonesia masih menempati peringkat terbawah, sebagai netizen paling tidak sopan se-Asia Tenggara," kata Ibe.
Sementara itu, Workshop yang diadakan di Nagekeo dibuka oleh Kadis Kominfo Nagekeo, Andreas Ndona Corsini. Andreas menuturkan bahwa masih banyak warga menggunakan media sosial tanpa berpikir bagaimana menjaga sikapnya.
"Mereka (pengguna media sosial) mengatakan bahwa mereka punya hak dalam mengekspresikan diri. Saya bilang Anda tidak tinggal di pulau terpencil, tetapi berhubungan dengan banyak orang, oleh karena itu perlu menggunakan etika dalam bermedia sosial," kata Andreas. (N-1)
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved