Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan literasi digital sektor pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten.
Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 20-22 September 2022 di Hotel Mercure Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan dengan dihadiri oleh 18.000 ASN Pemerintah Provinsi dan Kota Banten yang dibagi dalam beberapa batch.
Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi ASN, yang merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia. Partisipasi ASN di lingkup Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam mengikuti kegiatan Literasi Digital Pemerintah merupakan salah satu pendorong terciptanya Indonesia Makin Cakap Digital.
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 yang lalu, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00.
Berdasarkan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia berada dalam kategori “sedang”. Kegiatan literasi digital merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan ASN menuju Indonesia #MakinCakapDigital.
Ketua Tim Literasi Digital Pemerintahan Niki Maradona berharap kegiatan itu dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kecakapan penggunaan teknologi digital.
“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan perangkat dan akun yang digunakan, serta mendorong ASN mengenal dan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sektor publik pada masyarakat,” ujar Niki.
Kepala Bagian BPSDM Provinsi Banten Untung Sarutomo mengatakan, ASN pada era saat ini harus menerima digitalisasi pada proses kerjanya agar semakin produktif dan harus memanfaatkan digitalisasi ini secara positif.
“Era digitalisasi ini harus bisa kita [ASN] jadikan sarana untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan motto kita yakni Berakhlak. Harapannya teman-teman semua yang ikut akan menggunakan hasilnya untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kompetensi kita,” tambahnya.
Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri Sugeng Hariyono turut mengatakan, ruang digital yang ada saat ini memiliki dua sisi, yakni peluang dan tantangan.
Menurutnya, peluang di ruang digital harus dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan literasi sebagai kecakapan, kemampuan untuk membaca, mendengar, melihat, menulis, menjelaskan dan menerapkan semua konten digital sebagai potensi untuk memanfaatkan segala hal positif yang ada di dalam ruang digital.
Sedangkan, sisi yang lain adalah tantangan, dimana ruang digital perlu kecakapan penggunanya untuk mengubah pandangan yang pesimistis menjadi lebih optimis dengan memanfaatkan digital.
"Melalui literasi digital, diharapkan dapat membantu kita untuk memiliki visi serta pemahaman yang lebih jelas dalam era digital sehingga lincah menghadapi perubahan dengan pendekatan keahlian yang tepat,” tegasnya.
Baca juga : Yuk, Pahami Hak Konsumen dalam Bertransaksi Online agar Terhindar dari Penipuan
Dalam kegiatan itu, terdapat 4 sesi materi, yaitu kecakapan digital (digital skills), keamanan digital (digital safety), budaya digital (digital culture) dan etika digital (digital ethics). Sesi pertama membahas tentang Etika Digital yang disampaikan oleh praktisi Digital Content Creator Gatot Sandi.
Etika digital pada era saat ini penting bagi ASN, karena ASN dituntut menjadi role model, dituntut dapat menjadi panutan untuk tidak menyebarkan hoaks.
“Etika digital berkaitan erat dengan Netiket. Netiket ini didefinisikan sebagai cara yang benar dan diterima umum dalam berkomunikasi dengan seseorang atau khalayak di internet. Dalam prinsip ini, kita harus menyadari bahwa kita semua ini manusia. Ingat bahwa kita berbicara dengan manusia nyata yang memiliki perasaan. Jadilah terhormat, sabar untuk menghadapi perbedaan perspektif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Perhatikan juga kata yang kita ketik atau ucapkan. Kritis itu boleh tapi jangan merendahkan orang lain. Jaga privasi kita dan privasi orang lain. Hanya karena kita memiliki gawai, bukan berarti kita bebas merekam apapun dan siapapun lalu menguploadnya ke internet hanya karena mau viral atau FOMO (Fear of Missing Out),” ujar Gatot.
Pada sesi selanjutnya, Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Kemendagri Wawan Hermawan menekankan, generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, dimana ada aspek budaya yang perlu diperhatikan.
“Digital Culture atau Budaya Digital sebagai salah satu pilar Literasi Digital, diyakini sebagai kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dan digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatannya,” tambahnya.
Oleh karena itu, aktivitas di ruang digital harus dimanfaatkan sebagai praktek berbudaya seperti saling menghargai perbedaan pendapat, menyebarkan konten positif, santun dan bermartabat, menciptakan ruang diskusi yang sehat, dan mempromosikan gaya hidup yang berkualitas.
Materi berikutnya mengenai Keamanan Digital, disampaikan oleh Hari S. Noegroho. Dalam paparannya, Hari menyampaikan bahwa dengan memahami risiko keamanan digital, tugas ASN menjadi lebih aman. Tujuan dari pengamanan digital ini adalah untuk mencegah kebocoran data, penipuan, dan lain-lain yang disebabkan oleh penggunaan media sosial, media digital, dan e-commerce.
“Jika sudah memahami risikonya, maka makin tahu juga apa yang perlu diamankan dan meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan media digital. Pengamanan sarana oleh pengguna ini diperlukan karena dari situlah sumber data bisa didapat. Pencurian data ini bisa dilakukan secara digital, oleh karena itu kita perlu berhati-hati. Kenali aplikasi yang terpasang di gawai kita, hapus aplikasi yang tidak dikenal, serta pasang aplikasi proteksi yang legal agar handphone kita tidak terkena virus,” jelasnya.
Sesi terakhir mengenai Kecakapan Digital, disampaikan oleh Cahyo Edhi Widyatmoko. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Keterampilan Digital ASN bukan hanya mampu mengoperasikan alat, tapi juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab. ASN juga harus mampu untuk mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital.
“ASN perlu memahami mengenai pengetahuan dasar mengenai lanskap digital, internet, dan dunia maya. Kemudian pengetahuan dasar mengenai mesin pencarian informasi, cara penggunaan dan pemilihan data. Lalu, pengetahuan dasar mengenai aplikasi percakapan dan media sosial serta pengetahuan dasar mengenai aplikasi dompet digital, lokapasar dan transaksi digital. Selain itu, ASN juga perlu memahami gangguan komunikasi seperti Misinformasi, Disinformasi, dan Malinformasi,” tambahnya.
ASN juga dapat memanfaatkan beberapa tools untuk menghadapi gangguan komunikasi ini, melalui cekfakta.com, turnbackhoax.id, aplikasi hoax buster tools. Melaporkan informasi hoaks ke lapor.go.id dan layanan.kominfo.go.id.
Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024. (RO/OL-7)
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Kombinasi antara kebebasan, etika, dan nilai-nilai Pancasila inilah yang menjadi fondasi masyarakat digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Cirebon, Selasa (10/12).
Teknologi digital telah berperan besar dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana.
BANJIR melanda kawasan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1) malam. Musibah itu berdampak langsung pada masyarakat di sekitar kawasan Ciwandan.
ASTON Serang Hotel & Convention Center meraih empat penghargaan prestisius dalam GM Conference Archipelago berkat kinerja unggul.
Kombinasi dinamika atmosfer ini memicu potensi Hujan Sedang hingga Lebat. Masyarakat di Indonesia dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan Lebat
ICW menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) jaksa di Banten oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK. Menurut ICW reformasi di tubuh Kejaksaan lemah.
Kejaksaan Agung bergerak cepat setelah tiga jaksa di Banten ditangkap dalam kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan.
JAKSA Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan penangkapan tiga oknum jaksa di Banten atas kasus pemerasan dengan perkara tindak pidana umum terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved