Kamis 29 September 2022, 16:35 WIB

Tokoh Adat Papua : Jika Ada Korban Jiwa, Lukas Enembe Bisa Kena Denda Adat

mediaindonesia.com | Nusantara
Tokoh Adat Papua : Jika Ada Korban Jiwa, Lukas Enembe Bisa Kena Denda Adat

dok.pribadi
Yanto Eluay, tokoh adat dari Sentani, Jayapura, Papua.

 

SITUASI dan kondisi di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura pasca Lukas Enembe mangkir dari panggilan kedua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 26 September 2022 boleh dibilang sudah mulai landai. Aktivitas masyarakat tampak normal, dan kegiatan perekonomian serta aktivitas di kantor-kantor Pemerintah dan swasta juga berlangsung seperti biasa.

Kendati demikian, di balik situasi yang tampak tenang ini masih menyisakan kekhawatiran pada sebagian kalangan, sebagaimana diungkap Yanto Eluay, tokoh adat dari Sentani, Jayapura.

“Kami juga mengkhawatirkan, jangan sampai terjadi benturan pada saat Pak Lukas Enembe dijemput paksa (KPK), dan yang menjadi korban adalah masyarakat adat,” kata Yanto Eluay, usai acara pelantikan Badan Pengurus Presidium Pemuda Adat Tabi, di Sentani, kemarin, oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano selaku Ketua Majelis Pertimbangan Presidium Pemuda Adat Tabi.

Jika hal itu terjadi, imbuh Yanto, selain akan merugikan masyarakat adat, juga akan memberatkan Lukas Enembe sendiri untuk melakksanakan kewajiban adat.

“Jika terjadi korban, korban nyawa, Pak Lukas Enembe sendiri yang akan jadi susah, karena kewajiban adat, dia juga akan bayar ganti rugi atas korban-korban itu. Sudah sakit, sudah dalam status tersangka, jangan sampai terbebani tuntutan dari masyarakat yang menjadi korban pada saat itu,” kata putera kandung Theys Eluay yang juga adalah Pembina Presidium Pemuda Adat Tabi.

Karena itu, Yanto mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga suasana damai di wilayah adat Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, dan kabupaten Keerom.

“Tokoh-tokoh agama, hamba-hamba Tuhan, tokoh adat, tokoh masyarakat agar tidak menjadi tameng supaya Lukas Enembe tidak tersentuh hukum, tetapi memberikan pemahaman kepada masyarakat.untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan suasana kondusif,” ajak Ondofolo Besar Sentani ini.

Kepada kuasa hukum Lukas Enembe, Yanto juga meminta untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat memperkeruh situasi. “Agar jangan memberikan pernyataan-pernyataan seakan-akan Pak Lukas ini dizolimi atau dikriminalisasi,”tutup Yanto. (OL-13)

Baca Juga: Moeldoko: Kalau Diperlukan, TNI Bisa Tangkap Lukas Enembe

Baca Juga

Antara

PMI Suplai 136 Ribu Liter Air untuk 6 Ribu Pengungsi Gempa Cianjur

👤Lina Herlina 🕔Minggu 27 November 2022, 19:42 WIB
Untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi pengungsi gempa Cianjur, Ketum PMI Jusuf Kalla juga meminta jajarannya untuk melipatgandakan...
Dok. Pos Indonesia

Penyaluran BLT BBM Tahap 2, PKH, BNPT di Bali Berjalan Lancar, Tembus Capaian 14%

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 17:13 WIB
Tidak hanya menyalurkan BLT BBM tahap 2 periode November-Desember, PT Pos Indonesia juga menyalurkan PKH dan BPNT (bansos...
DOK Pribadi.

Pengelola Uang Rakyat Papua Perlu Diberi Efek Jera

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 17:00 WIB
Ketua PGGJ ini secara khusus meminta kepada aparat penegak hukum untuk tanpa pandang bulu menindak tegas semua pihak di Tanah Papua yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya