Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Brebes, Jawa Tengah, meringkus empat tersangka jaringan pengedar uang palsu (upal) yang biasa beroperasi di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Modus yang mereka lakukan dengan cara menyetor uang palsu melalui agen bank di desa dan setelah masuk rekening, kemudian uang diambil melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Brebes, Jumat (16/9). Sudah ada tiga agen bank di Kecamatan Sirampog, Brebes, yang menjadi korban. Adapun aksi terakhir para tersangka sebelum diringkus di Desa Benda.
Ketiga tersangka berinisial KD, B, US, dan A. Saat itu, mereka telah mengedarkan uang rupiah palsu pecahan Rp100.000. Aksi mereka dilakukan di beberapa agen bank di Desa Benda, Kecamatan Sirampog.
Selain di Brebes, tersangka juga sudah mengedarkan upal di wilayah Jabar kurang lebih sebanyak 1.200 lembar pecahan Rp100.000 atau senilai Rp120 juta.
Kapolres Brebes AKB Faisal Febrianto mengungkap cara kerja komplotan ini. Tersangka KD mula-mula mencampur uang rupiah asli dengan uang rupiah palsu pecahan Rp100.000 ke rekening bank atas nama tersangka B.
Baca juga: Polisi Sebut Kasus Pembunuhan di Semarang Mengerucut ke Pelaku
"Setelah berhasil melakukan transaksi tersangka KD meninggalkan lokasi. Tidak lama, mereka pun langsung menarik uang yang baru disetorkan itu melalui ATM. Korban agen bank baru menyadari adanya uang palsu saat menyetor ke bank. Uang yang diterima dari nasabah terdeteksi palsu saat melalui mesin hitung," ujar Faisal.
Faisal menyebut, dari kejadian itu para korban mengalami kerugian uang total Rp2,9 juta dan melaporkan ke Polsek Sirampog. Selanjutnya, Satreskrim Polres Brebes melakukan pengembangan dan berhasil menangkap US dan A.
"Dari keterangan dua orang itu, polisi kemudian menciduk KD dan B. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 571 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp100.000 emisi 2016," beber Faisal.
Menurut Faisal, total uang palsu yang dijadikan barang bukti hasil pengembangan kasus tersebut mencapai Rp80 juta. "Barang bukti lainnya berupa lembar bukti transfer agen bank ke rekening tersangka B, 445 lembar BAN atau pengikat uang, dua buah kartu ATM, dan dua unit handphone," jelasnya.
Para tersangka terancam Pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) dan atau Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Para tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (OL-16)
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Sebuah truk kontainer pengangkut peti kemas, terguling di Jalan Pantura Utama ruas Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/01/26).
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Harga bawang merah di Brebes yang sebelumnya Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp20 ribu/kg. Sedangkan harga cabai yang semula Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved