Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN kasus korupsi alih lahan Pemerintah Kota Semarang di Kecamatan Mijen, Jawa Tengah diperkirakan bakal menyeret banyak pihak. Walaupun Polda Jawa Tengah gagal memeriksa saksi Iwan Budi Prasetyo, yang ditemukan tewas di kawasan di sebuah lahan di Jalan Marina Raya, Kota Semarang, kepolisian akan tetap mengusut kasus dugaan korupsi tersebut.
"Pengusutan kasus dugaan korupsi alih lahan tetap dilanjutkan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Dwi Subagyo.
Kuat dugaan pembunuhan terhadap Iwan yang merupakan ASN di Bapenda Kota Semarang terkait kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Polda Jateng. Iwan menghilang satu hari sebelum dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Sementara ini, demikian Dwi Subagyo, kepolisian telah memeriksa empat saksi baik itu ASN maupun non-ASN untuk mengungkap kasus dugaan korupsi alih lahan tersebut. Bahkan dalam kasus ini diduga akan melebar dan menyeret sejumlah nama meskipun belum dapat diungkapkan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang Tuning Sunarningsih mengaku tidak dapat banyak mengungkapkan kasus tersebut secara detail, Pasalnya, kasus ini terjadi pada 2010 lalu dan sudah bergonta-ganti pimpinan di instansi tersebut.
Pada saat kasus tersebut terjadi pada 2010, ungkap Tuning, DPKAD dan Bapenda masih merupakan satu kesatuan. Sehingga pegawai di dua instansi tersebut masih menjadi satu dan kini sudah banyak yang bergeser terutama para pimpinan.n "Kita menyerahkan sepenuhnya pengusutan kepada kepolisian untuk dapat mengungkap kasus tersebut," kata Tuning.
Dalam kasus dugaan korupsi alih aset Pemkot Semarang itu, lanjut Tuning, polisi telah memeriksa seorang kepala bidang dan kepala seksi. Namun ia tidak mengetahui secara pasti pemanggilan tersebut karena langsung kepada individu dan tidak melalui DPKAD.
Tentang aset yang diduga merupakan sumber dugaan korupsi, jelas Tuning, juga belum melakukan pengecekan secara pasti termasuk nilainya. "Aset itu memang ada, tapi baik letak, luas maupun nilainya belum tahu secara pasti, kalau tidak salah ada delapan sertifikat," tambahnya. (OL-15)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved