Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LIMA mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI) beranggotakan lima mahasiswa UGM menerapkan teknologi pemagnetisasi air atau magnetized water device pada salah satu agrowisata di Kabupaten Bantul, Jogja Anggur. Teknologi pemagnetisasi air yang telah banyak dikembangkan di berbagai negara ini dapat meningkatkan kualitas sistem irigasi di perkebunan.
"Teknologi ini banyak dikembangkan di luar negeri dan berhasil meningkatkan kualitas tanaman perkebunan, sayangnya di Indonesia sendiri masih sangat awam dalam penerapannya," ujar Ketua Tim Maulana Istar.
Didampingi empat anggota lainnya, Maulana, Aristo Bima, Petrus Kurniawan Kleden, dan Muhammad Naufal Rozaan dan Hanin Aulia Rahma dan dibimbing oleh Dr. Nur Abdillah Siddiq, S.T. ini menjadi salah satu tim PKM UGM yang menerima pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Maulana Istar menerangkan lebih lanjut, dengan penggunaan alat ini, molekul air menjadi lebih halus dan terstruktur sehingga dapat pH tanah yang sesuai dan mempercepat penyerapan air oleh akar. "Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat baik dari segi batang, akar, daun, bunga,
maupun buah, dan tanaman menjadi lebih resistan terhadap patogen seperti powdery mildew dan hama trips," tegasnya.
Meski teknologi ini bukan hal yang baru, ungkap dia, naman dalam hal ini timnya melakukan berbagai pengembangan sesuai dengan kebutuhan mitra. Seperti, kebaruan dari pemagnetisasi air yang mereka rancang adalah integrasi dengan sistem pendingin temperatur air dan sistem elektronis sebagai sumber energi untuk pengoperasian peralatan dari panel surya.
"Alat ini sebenarnya sudah ada, kami rancang lebih lanjut untuk inovasi dengan sistem pendingin dan elektroniknya. Hal ini disesuaikan juga dengan kebutuhan mitra dari Jogja Anggur," kata Maulana.
Pimpinan Agrowisata Jogja Anggur, Danang, mengungkapkan bahwa hama trips dan powdery mildew memang menjadi persoalan yang banyak ditemukan di kebun. Selain itu, ada beberapa kendala yang juga kerap terjadi terkait penyiraman tanaman. "Terkadang ada pemadaman dadakan sehingga kami tidak dapat menyiram tanaman," ujar Danang.
Penerapan teknologi pemagnetisasi air ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang ada di mitra. Dari hasil pemantauan sementara, penyiraman tanaman menggunakan teknologi ini berhasil mempercepat pertumbuhan tanaman dibanding penyiraman dengan air biasa. Kecepatan ini dilihat dari jumlah daun dan tinggi batang pada bibit tanaman anggur.
Dengan perbaikan kualitas tanaman, harapannya teknologi ini dapat meningkatkan profit yang didapatkan oleh mitra di waktu mendatang. "Teknologi ini dapat meningkatkan kualitas tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya," imbuh Petrus. (OL-13)
Baca Juga: Teliti Komunikasi Seksual, Santi Delliana Raih Gelar Doktor
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Selain belajar proses penanaman dan panen, pemandu juga memberikan edukasi mengenai penggunaan wine dalam kuliner di Hatten Wines Vineyard.
Setiap bagian anggur, mulai dari kulit, daging, hingga bijinya, mengandung komponen aktif yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis.
Anggur terkenal sebagai buah yang menyegarkan dan memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti menjaga jantung, meningkatkan imun, serta melawan radikal bebas.
Penelitian terbaru menunjukkan upaya pendinginan bumi tidak cukup menyelamatkan kopi, cokelat, dan anggur dari dampak perubahan iklim.
Analisis global menunjukkan orang dewasa yang rutin minum anggur memiliki risiko penyakit jantung koroner 24% lebih rendah, namun moderasi tetap kunci.
Anggur mengandung nutrisi seperti vitamin C, vitamin K, dan antioksidan yang bermanfaat bagi ibu hamil. Namun, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved