Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA komoditas telur ayam di Kota Sukabumi, Jawa Barat, berangsur turun. Namun di sisi lain, beberapa komoditas lainnya terpantau naik.
Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, per Senin (5/9) harga telur ayam berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga telur ayam di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
"Hasil pantauan di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede, hari ini (Senin) harga telur ayam turun jadi Rp29 ribu per kilogram," tutur Kepala Seksi Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, M Rifky, Senin (5/9).
Rifky menuturkan harga telur ayam cukup lama bertahan di kisaran Rp31 ribu bahkan sempat tembus di kisaran Rp32 ribu per kilogram. Kemudian turun di kisaran Rp30 ribu per kilogram dan sekarang Rp29 ribu kilogram. "Mudah-mudahan bisa terus turun dan harganya kembali normal," jelasnya.
Turunnya harga telur tak dibarengi komoditas kebutuhan masyarakat lainnya. Malahan, beberapa komoditas harganya terpantau naik.
Di antaranya daging ayam broiler yang semula Rp34 ribu naik jadi Rp35 ribu per kg. Demikian juga harga cabai merah keriting naik dari Rp65 ribu menjadi Rp75 ribu per kg, cabai hijau keriting naik dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kg, dan cabai rawit merah naik dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kg. "Bawang merah Jawa juga terpantau naik dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu," sebut Rifky.
Belum diketahui persis penyebab naiknya sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat. Tapi kemungkinan masih dipicu kurangnya pasokan karena kondisi cuaca.
"Setiap hari kami pantau terus perkembangan harga, pasokan, dan persediaan di lapangan. Jadi, ketika terjadi gejolak, kami bisa segera menanganinya berkoordinasi lintas sektoral," pungkasnya.
Sementara itu harga komoditas kebutuhan masyarakat lainnya terpantau masih stabil. Pada komoditas besar misalnya, jenis Ciherang Cianjur kualitas 1 masih kisaran Rp11.500 per kg, beras Ciherang Cianjur kualitas 2 Rp10 ribu per kg, beras Ciherang Sukabumi kisaran Rp9.400 per kg, beras premium kelas 1 Rp12 ribu per kg, dan medium terendah kisaran Rp8 ribu per kg. (OL-15)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved