Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
EVENT duathlon bertajuk “The Luxury Collection, Labuan Bajo Swim & Run” telah selesai digelar di pantai Wae Rana, Labuan Bajo pada Senin (29/8) . Event yang didukung oleh Marriot International ini melibatkan atlet-atlet nasional dalam proses evaluasi rute, serta kesiapan infrastruktur untuk penyelenggaraan event-event olahraga di masa depan,
Adapun pada event uji coba dan latihan gabungan ini para atlet menempuh jarak renang sejauh 1.5 km dan lari sejauh 10 km.
Aflah Fadlan Prawira, atlet renang Indonesia pemegang berbagai rekor nasional yang turut ikut serta dalam Olimpiade Tokyo 2020, menyampaikan dukungannya terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi yang potensial untuk ajang kompetisi olahraga endurance.
“Airnya jernih dan suhunya ideal sekali untuk open water swimming, sehingga saya kali ini berhasil selesai di urutan pertama untuk section renang” ungkap Fadlan.
Senada dengan Fadlan, atlet renang pemenang medali emas PON XX 2020 di Papua dan pemegang rekor nasional 100 meter untuk renang gaya bebas, Patricia Yosita juga menyampai kekagumannya terhadap keindahan laut di Labuan Bajo.
Menurutnya rute renang di Labuan Bajo ini unik dan berkesan, dengan laut yang dikelilingi pulau dan perbukitan yang sangat indah dan air yang tenang.
Atlet peraih medali perak cabang Triathlon di SEA Games Hanoi tahun ini, Inge Prasetyo, menambahkan, Labuan Bajo memiliki rute lari dengan tanjakan yang cukup menantang.
Baca juga : Petani Mbay Keluhkan Penyuluh Pertanian ketika Padi Terserang Hama
“Labuan Bajo juga memiliki rute lari yang penuh dengan tanjakan dan turunan, jadi pastinya akan sangat menantang bila nantinya diadakan kompetisi, namun di sisi lain juga rewarding dengan pemandangan yang luar biasa indahnya” ujarnya.
Selain Fadlan, Yosita dan Inge, turut berpartisipasi juga dalam event ini atlet renang putri spesialis sprinter 50 m, Kania Atmaja, dan pelatih renang, Omar Suryaatmadja
Potensi Sports Tourism Dalam Memajukan Pariwisata di Labuan Bajo
Vice President, Hotel Development Asia Pacific dari Marriott International Ivan Widarnana mengatakan, walau lebih dikenal akan kekayaan wisata alam dan budaya, Labuan Bajo juga memiliki potensi besar untuk Sports Tourism.
“Olahraga endurance saat ini berkembang pesat di dunia dan merupakan magnet yang dapat menarik berbagai kalangan untuk mengunjungi suatu daerah wisata. Labuan Bajo yang memadukan lansekap laut, pantai dan perbukitan yang bervariasi dan indah, pastinya sangat cocok untuk menjadi latar kegiatan pariwisata berbasis olahraga seperti ini, baik yang bertaraf nasional maupun internasional," katanya.
Ivan juga berpendapat kegiatan Sports Tourism juga dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Dengan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, dan berbagai komunitas, saya yakin penyelenggaraan event berbasis olahraga seperti ini dapat semakin memajukan pariwisata di Labuan Bajo, serta merupakan kesempatan untuk menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Labuan Bajo ke panggung internasional” tutupnya. (RO/OL-7)
Memasuki 2026, lanskap pariwisata global dan Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan.
SUMEDANG menggelar lomba paralayang West Java Paragliding Championship 2024 yang berlangsung 30 September-6 Oktober. Acara ini sekaligus menjadi event pariwisata olahraga.
TELOMOYO Cup VIII resmi dibuka pada Kamis (25/7). Kegiatan ini menjadi menjadi tonggak pengembangangan pariwisata olahraga dirgantara di Gunung Telomoyo
BLOT bukan semata acara biasa, melainkan panggung bagi perwakilan Indonesia dalam ajang lari lintas alam internasional, yang merupakan bagian dari prestisiusnya seri Asia Trail Master.
Pada edisi perdana event ini, para peserta baik yang memilih bersepeda solo maupun berpasangan, diuji ketangguhan fisik dan mentalnya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan kesuksesan Tokyo Marathon 2024 di Jepang bisa menjadi inspirasi penyelenggaraan wisata berbasis olahraga di Indonesia.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved