Senin 29 Agustus 2022, 23:37 WIB

Polisi Pelajari Laporan Dugaan Asusila Oknum Dosen Unmul

mediaindonesia.com | Nusantara
Polisi Pelajari Laporan Dugaan Asusila Oknum Dosen Unmul

DOK.MI
Ilustrasi pelecehan seksual

 

KASAT Reskrim Polresta Samarinda Komisaris Andika Dharma Sena akan mempelajari laporan dari LKBH Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (Pushpa) terkait dugaan tindak asusila oleh oknum dosen.
 
"Kami telah menerima laporan, dan saat ini laporan tersebut masih kami pelajari," jelas Andika di Samarinda, Senin (29/8).
 
Seorang oknum dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, dilaporkan ke Polresta Samarinda dalam kasus dugaan tindak pidana pelecehan kepada sejumlah mahasiswi yang menjalani tugas akhir perkuliahan.
 
Laporan resmi kepada aparat penegak hukum disampaikan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (Pushpa) di Polrestas Samarinda, Jalan Slamet Riyadi.
 
"Kami mewakili para korban telah melaporkan secara resmi kasus dugaan tindak pidana asusila ini kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut," kata Alfian, kuasa hukum korban.
 
Alfian selaku perwakilan LKBH Fakultas Hukum Unmul tersebut menerangkan dugaan kasus tindak asusila oleh oknum dosen ini dilakukan kepada tiga mahasiswi yang tengah menjalani tugas akhir perkuliahan dalam kurun 2021.
 
"Oknum dosen ini sebagai pembimbing dalam tugas akhir para korban," jelas Alfian.
 
Berdasarkan keterangan para korban menjelaskan bahwa oknum dosen tersebut beberapa kali meminta untuk dipijat saat korban melakukan konsultasi bimbingan tugas akhir.


Baca juga: Polisi Tetapkan 12 Tersangka Kasus Pengeroyokan yang Menewaskan Suporter PSS

 
Selain itu, oknum dosen tersebut tak jarang meminta kepada para korban membawakan oleh-oleh sebagai pungutan proses bimbingan tugas akhir.
 
"Kami telah menyampaikan laporan secara lengkap yang dialami para korban tersebut dalam laporan resmi kepada polisi, kami melaporkan Tindak Pidana Kejahatan terhadap Kesusilaan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 294 (2) KUHP," jelas Alfian.
 
Tidak menutup kemungkinan korban tindak pidana asusila oleh oknum dosen ini lebih dari tiga orang. Pasalnya baru tiga mahasiswi yang sudah berani terbuka dan menyampaikan kepada LKBH Fakultas Hukum Unmul untuk dilakukan pendampingan secara hukum.
 
"Kami berharap laporan kasus ini ditindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku, karena kami berharap adanya pembelajaran kepada semua pihak
khususnya lembaga pendidikan supaya kasus seperti ini tidak terulang kembali," jelasnya.
 
Saat ini, para korban tersebut telah didampingi oleh tim psikolog Unmul, sesuai penjelasan psikolog para korban masih mengalami trauma atas kejadian yang dialami.
 
"Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini, kami juga telah berkoordinasi dengan BEM Fahutan Unmul dan BEM FH Unmul agar dugaan kasus ini bisa diproses sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul Rudianto Amirta mengatakan telah mengambil sikap usai menerima laporan dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa terkait laporan dosen pengajarnya.
 
"Kami mengambil langkah membebaskan sementara baik yang terlapor oknum dosen dalam melakukan aktivitasnya di lingkungan kampus Fahutan per 28 April 2020 sampai kasus memiliki keputusan hukum tetap," kata Rudianto kepada awak media. (Ant/OL-16)
 

Baca Juga

Antara

Warga Evakuasi Polisi Korban Ledakan ke RS Moewardi Surakarta

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 21:45 WIB
Adapun ledakan kencang itu memakan satu korban, yakni Bripka Dirgantara...
Antara

Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Berasal dari Paket Kardus

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 September 2022, 21:28 WIB
Dari ledakan tersebut, terdapat satu korban, yakni Bripka Dirgantara...
dok.pribadi

Pemuka Agama Papua: Pejabat Publik Punya Tanggung Jawab Kepada Tuhan

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 20:36 WIB
PENDETA Alberth Yoku, Tokoh Agama di Sinode GKI Sentani Papua, angkat bicara terkait mangkirnya panggilan KPK terhadap Gubernur Papua,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya