Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH truk bermuatan tebu di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, Jawa Tengah ambruk di rumah warga menimpa dua warga beserta sepeda motor yang berada di depan rumah, Kamis (25/8).
Kondisi truk tebu bernopol K 1584 HL, yang dikendarai Aris, warga Mayong, Jepara, yang sarat muatan, membuat jalan Kabupaten ditutup sementara untuk proses evakuasi.
Menurut kesaksian penyedia jasa tambal ban, yang juga pemilik rumah yang halamannya tertimpa muatan tebu Suprayitno mengatakan, sebelum truk oleng usai berbelok ke kiri di persimpangan lampu merah, truk terlihat oleng hingga akhirnya ambruk tepat di depan rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB.
Baca juga: Gudang Tas di Kudus Ludes Terbakar
Saat itu, Suprayitno tengah menambal ban kendaraan warga yang kini menjadi korban.
"Tiba-tiba itu jalan miring dan aku langsung lari ke dalam. Soalnya, truk juga sudah dekat. Bruak, muatan tebu roboh di depan rumah, serta atap rumah saya ambrol," kata Suprayitno kepada wartawan, Kamis (25/8)
Beruntung Suprayitno behasil menyelamatkan diri, beberapa detik sesaat setelah truk oleng menimpa teras rumahnya yang juga usaha jasa tambal ban.
Sementara dua perempuan yang tengah menambal ban terimpa robohnya atap depan rumah serta tebu. Korban yang menderita luka cukup serius dilarikan ke rumah sakit dr Loekmonohadi, Kudus.
"Tadi korbannya menangis kesakitan, katanya itu yang satu luka cukup serius. Kalau tadi sopirnya itu langsung keluar menanyakan kondisi korbannya gimana-gimana, dan tidak lama langsung dievakuasi BPBD Kudus ke rumah sakit," jelasnya.
Akibatnya, kondisi rumah bagian depan roboh, dan mengalami kerusakan di bagian depan.
Satu unit kompresor dan perlengkapan tambal ban juga masih tertimbun tebu. Satu unit sepeda motor korban yang tengah menambal ban juga turut tertutup reruntuhan tebu.
Sementara itu, Kanitlaka Satlantas Polres Kudus Ipda Firman Abit Prasetya, melalui petugas di lokasi kejadian, Bripka Ahmad Sarofi, mengungkapkan kecelakaan tersebut diduga akibat truk bermuatan tebu berjalan terlalu ke kiri sehingga membuat truk nahas tersebut oleng kekiri menimpa rumah warga beserta dua orang.
"Truk berjalan dari utara ke selatan melewati lampu merah pertigaan Panjang dan Bacin ketimur sedikit dan oleng di TKP," ujar Bripka Sarofi kepada wartawan, Jumat (26/8) dini hari.
Sementara, kondisi truk bermuatan tebu yang memakan bagian jalan membuat arus lalu lintas harus dialihkan untuk proses evakuasi dengan alat berat.
"Kan itu muatan masih ada di truk kurang lebih separuh, karena berat dan medannya sempit proses evakuasi berlangsung cukup lama," terangnya.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, supir truk diamankan pihak kepolisian. Proses evakuasi truk berlangsung hingga lebih dari 4 jam, muatan tebu yang menimpa rumah warga berhasil dievakuasi pada Jumat (26/8) pagi. (OL-1)
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved