Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA Kabupaten di Pulau Flores NTT yakni Flores Timur, Ende, dan Sikka mewaspadai potensi bencana kekeringan. Potensi terjadinya kekeringan meningkat bersamaan dengan musim kemarau yang terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka Yohanes Laba mengaku ada tiga kecamatan yakni Kecamatan Mapitara, Nelle dan Palue telah melaporkan ancaman kekeringan di wilayahnya mereka. Sehingga, kata dia, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan rapat koordinasi dan juga membuat kajian teknis ke lapangan terkait dengan informasi laporan kekeringan di wilayahnya tersebut.
"Kita sedang membuat kajian teknis. Dari kajian teknis kita usulkan ke Bupati Sikka untuk menetapkan status darurat bencana kekeringan sehingga kita bisa membantu untuk penanganan bencana kekeringan tersebut," papar Yan Laba, Rabu (24/8).
Sedangkan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Flores Timur Yohanes Hayon mengatakan, terdapatyada dua wilayah yang dalam status waspada yakni Larantuka dan Wulanggitang. Selain itu, ungkap dia, terdapat 19 kecamatan yang mempunyai potensi ancaman tinggi sesuai kajian risiko bencana kekeringan 2019 untuk wilayah Kabupaten Flores Timur.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende Maria Yasinta Sare telah meminta pemerintah yang ada di kecamatan dan desa segera melaporkan kejadian kekeringan yang terjadi di wilayahnya masing-masing. "Kami mengimbau para camat, kepala desa, dan lurah untuk melaporkan data terkait kekeringan di wilayah masing-masing. Tapi sampai saat ini belum ada laporan," kata Maria.
Dia mengemukakan bahwa bagian wilayah Kabupaten Ende yang selama ini rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau antara lain Kecamatan Wewaria, Maurole, Kota Baru, dan Maukaro. Namun, ujar dia, sampai sekarang BPBD Ende belum menerima laporan mengenai kejadian kekeringan di daerah-daerah rawan tersebut.
"Sekarang kita sudah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kelimutu Ende untuk menyiapkan bantuan air bersih bagi warga karena telah memasuki musim kemarau. Kita juga sudah sampaikan kepada masyarakat agar hemat air," pungkas dia. (OL-15).
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved