Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di musim kemarau ini, khususnya di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Apalagi beberapa tahun belakang, daerah ini menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karhutla karena banyaknya titik api yang ditemukan.
Muba juga menjadi salah satu daerah di Sumsel yang luas lahan terbakarnya cukup banyak di beberapa tahun belakang. Hal itu lantaran Muba merupakan daerah yang sebagian daerahnya berada diatas lahan gambut.
Dari kasus karhutla yang sudah terjadi, rata-rata kebakaran hutan dan lahan bukan hanya berada di lahan milik masyarakat melainkan juga sebagian besar di area perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri.
Karena itu, Penjabat Bupati Muba, Apriyadi meminta kepada semua stakeholder, terutama perusahaan untuk benar-benar mengantisipasi karhutla di wilayah tersebut. "Sudah kita tegaskan kepada pihak perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) agar benar-benar menjaga area perusahaannya, jangan sampai ada yang terbakar. Apalagi di musim kemarau saat ini," kata Apriyadi, Kamis (11/8).
Pihaknya juga sudah menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku ataupun pihak perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar atau pembakaran pasca panen. Bahkan termasuk lalai dalam menjaga lahan miliknya.
"Sebagai bentuk antisipasi, semua elemen baik masyarakat maupun perusahaan diminta untuk memperkuat sarana dan prasarana pemadaman serta personel terlatih pada regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan maupun HTI," jelasnya.
Apriyadi juga meminta agar semua perusahaan mengaktivasi posko-posko kebakaran yang ada di perusahan, masyarakat peduli api, kelompok tani peduli api atau lainnya. Apriyadi menegaskan untuk memaksimalkan deteksi potensi karhutla.
"Kita tidak ingin setelah ada bencana baru bergerak, tentu potensi dan deteksi dini harus masif dilakukan. Jadi memang dari awal sudah ditekankan agar antisipasi karhutla lebih matang dan harus sigap," bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Pathi Riduan mengatakan pihaknya sudah membangun 10 posko terpadu guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Ia mengatakan, posko terpadu yang dibangun berada di 10 kecamatan yakni Kecamatan Babat Supat, Kecamatan Lais, Kecamatan Lalan. Lalu, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Sanga Desa, Kecamatan Batang Hari Leko, Kecamatan Keluang, Kecamatan Tungkal Jaya, Kecamatan Sungai Keruh, dan Kecamatan Bayung Lencir.
"Posko tersebut nantinya dapat diisi peralatan dan personil gabungan guna melakukan pencegahan karhutla sejak dini," pungkasnya. (OL-15)
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
karhutla di Kabupaten Kotim menghanguskan lahan seluas kurang lebih 8 hektare di Jalan Sawit Raya tepatnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah Kalteng
Terdapat tantangan penyelarasan norma pada regulasi-regulasi yang mengatur tentang Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).
Lokasi rawan kebakaran gambut sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utamanya.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved