Senin 08 Agustus 2022, 17:07 WIB

Sandiaga: Penundaan Kenaikan Tarif TN Komodo Arahan Presiden

Andhika Prasetyo | Nusantara
Sandiaga: Penundaan Kenaikan Tarif TN Komodo Arahan Presiden

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Siluet wisatawan mancanegara menikmati santapan dengan pemandangan perairan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan keputusan penundaan kenaikan tarif tiket masuk Taman Nasional Komodo merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Kepala negara, lanjutnya, ingin kementerian/lembaga terkait bersama pemerintah daerah setempat melakukan sosialisasi krpada masyarakat secara maksimal terlebih dulu.

"Kami sudah mendapat arahan dari Pak Jokowi dan sudah kami koordinasikan jadi ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden," ujar Sandiaga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8).

Jokowi berpesan, hingga Januari mendatang, seluruh pemangku kepentingan harus bisa memberi penjelasan kepada publik tentang alasan pemerintah menaikkan tarif tiket masuk ke Taman Nasional Komodo. Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa kawasan tersebut bukan sekadar lokasi wisata saja, melainkan juga sebuah ekosistem yang harus dijaga kelestariannya.

Baca juga: Kejurnas Rally 2022 Kerek Okupansi Hotel di Danau Toba

"Ini saat yang tepat untuk melakukan perbaikan sistem komunikasi sehingga penundaan ini lebih memberikan pemahaman, apa saja manfaat kenaikan tarif. Pariwisata dan konservasi harus bisa kita wujudkan secara beriringan," tuturnya.

Sandiaga mengatakan saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah membuat forum untuk menampung aspirasi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan. Berbagai masukan akan dibahas bersama sehingga tidak perlu gejolak-gejolak yang muncul dan mencoreng keindahan Taman Nasional Komodo.

"Kita sudah buat forumnya dan sudah dilakukan awal pekan ini. Kita perbaiki komunikasi publik, perbaiki penyerapan aspirasi. Jika ada gejolak, tangani dengan transparan, kita redam. Kita tidak ingin ada narasi buruk terhadap pariwisata yang sudah sangat baik ini," tandasnya.(OL-4)

Baca Juga

Antara

30.505 Nakes di Sumut Telah Divaksinasi Covid-10 Penguat Tahap Dua

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 01:21 WIB
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara mencatat sebanyak 30.505 dari 93.508 persen tenaga kesehatan di daerah tersebut telah mendapatkan...
ANTARA/Nova Wahyudi

BKSDA: Konflik Warga dengan Beruang di Sumsel Dipicu Musim Durian

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 23:45 WIB
Masa panen durian yang berlangsung saat ini menjadi salah satu indikator utama mereka hingga keluar dari kawasan hutan menyasar permukiman...
ANTARA/Aditya Rohman

Lansia Penabrak Angkot Tewaskan Tiga Orang di Sukabumi Jadi Tersangka

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 23:14 WIB
Penetapan tersangka ini pun berdasarkan dari hasil pemeriksaan kendaraan yang digunakan EH oleh Dishub Kota Sukabumi dan oleh ketua mekanik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya