Senin 08 Agustus 2022, 16:30 WIB

Gandeng LKNU Jabar, HaloPuan Sosialisasi Lawan Stunting di Bandung Barat

mediaindonesia.com | Nusantara
 Gandeng LKNU Jabar, HaloPuan Sosialisasi Lawan Stunting di Bandung Barat

Ist
HaloPuan mengadakan gerakan “Kaum Ibu Melawan Stunting” di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jabar.

 

LEMBAGA sosial Ketua DPR RI Puan Maharani, yang berfokus mengampanyekan penanggulangan stunting, HaloPuan, melebarkan sayap kerjasamanya.

Pada Minggu (7/8), HaloPuan mengadakan gerakan “Kaum Ibu Melawan Stunting” dengan menggandeng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Desa itu terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Purwakarta. Desa itu dicapai dengan jalan mendaki yang hanya bisa dilalui satu mobil.

Meskipun berada di perbukitan, Mandalasari termasuk desa padat penduduk. Dengan luas 10,64 kilometer persegi, desa ini dihuni sekitar 11.890 penduduk atau rata-rata 1.118 orang per 1 kilometer persegi.

Gerakan “Kaum Ibu Melawan Stunting” dipusatkan di Kampung Cilengis, atau lebih tepatnya di Yayasan Pendidikan Riyadul Huda. 

Yayasan ini didirikan oleh Almarhum Aceng Muslih sejak 1995 dan kini dikelola istrinya, Rohati.

Rohati mengatakan Riyadul Huda menyelenggarakan pendidikan diniyah (khusus agama), Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Riyadul Huda juga memiliki masjid bernama Al-Hadi.

Sejak pukul 07.30 pagi, para peserta kegiatan “Kaum Ibu Melawan Stunting” telah berdatangan ke lokasi kegiatan.

Baca juga: Pemkot Palembang Gencarkan Program Penurunan Angka Stunting

Mereka yang telah didata sebelumnya terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan remaja putri di usia jelang pernikahan.

Kedatangan perserta yang total berjumlah 140 orang disambut penampilan qasidah modern dari santriwati Riyadul Huda.

“Ini kali pertama HaloPuan bekerja sama dengan komunitas nahdliyin melalui LKNU,” kata Koordinator HaloPuan Poppy Astari dalam keterangan pers, Senin (8/8).

“Kami berharap ke depan kerja sama ini akan berlanjut di banyak tempat di Jawa Barat karena NU merupakan komunitas muslim terbesar, baik di Jawa Barat maupun di Indonesia.”

Poppy menjelaskan alasan mengapa Puan Maharani begitu memperhatikan persoalan stunting.

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak karena kondisi kurang gizi kronis akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

 Ini karena stunting tak hanya mempengaruhi kondisi fisik tapi juga kecerdasan anak. Angka stunting di Indonesia juga mencapai 24,4% atau lebih tinggi daripada rata-rata angka stunting di dunia sekitar 20%.

Di Jawa Barat sendiri, angka stunting mencapai 24,5% sementara di Kabupaten Bandung Barat 14%.

Dalam gerakan “Kaum Ibu Melawan Stunting”, HaloPuan membawa gagasan memanfaatkan daun kelor sebagai salah satu pilihan makanan tambahan, baik bagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita.

Daun kelor sudah terbukti kaya akan kandungan gizi yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia WHO bahkan menyebutnya dengan istilah “superfood” dan telah menggunakannya untuk mengatasi kasus malnutrisi di banyak negara.

Selain itu, kelor merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia. Alhasil, kelor mudah dijumpai di mana-mana, tapi sayangnya kita belum memanfaatkan kekayaan nutrisinya. Apalagi kelor di sini lebih dikenal dengan hal-hal magis.

“Itulah yang kami lakukan selama setahun terakhir ini,” kata Poppy. “Kami telah menjelajahi 27 titik di 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat.”

Sekretaris LKNU Jawa Barat, Dimas Pratama, mengatakan pertemuan lembaganya dengan HaloPuan bak pucuk dicinta, ulam pun tiba sebab agenda penanggulangan stunting juga merupakan program LKNU Jawa Barat.

“Kami bertemu kawan yang cocok, sehingga bisa melaksanakan agenda ini bersama,” kata Dimas dalam sambutannya.

Wakil Ketua LKNU Jawa Barat, Baharudin Ismet, mengatakan orang-orang yang peduli dengan stunting adalah mereka yang peduli dengan masa depan bangsa.

“Program ini sangat mulia, dan saya senang warga di sini sangat antusias,” katanya.

Baharudin yang juga menyampaikan penyuluhan mengenai stunting mengatakan angka stunting di Indonesia dijanjikan pemerintah turun hingga 14% pada 2024.

Tapi, janji akan tinggal janji jika kita tidak membantu pemerintah dengan gerakan seperti yang dilakukan HaloPuan.

“Apalagi kalau Mbak Puan pegang kendali di Republik ini, pasti (angka stunting) akan lebih rendah lagi,” ujarnya.

Kepala Kampung Cilengis, Ujang Saepudin, menyampaikan terima kasih kepada HaloPuan dan LKNU atas adanya kegiatan ini.

“Semoga ibu-ibu semua bisa melaksanakan apa yang disampaikan oleh HaloPuan dan LKNU,” katanya.

Di akhir acara, HaloPuan dan LKNU membagikan paket makanan tambahan, termasuk di antaranya 400 gram bubuk daun kelor. 

HaloPuan juga menyerahkan lima bibit kelor kepada perwakilan RW di Kampung Cilengis untuk ditanam agar bubuk daun kelor tetap tersedia untuk dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Terima kasih atas kepercayaan kepada kampung kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Rohati, tuan rumah sekaligus Ketua Yayasan Riyadul Huda.

“Kegiatan ini menambah wawasan kami,” kata seorang warga, Lilis Handayani. “Kami akan memanfaatkan bubuk kelor yang telah diberikan, semoga ke depan tidak ada stunting di kampung kami,” sambung warga lain, Dewi Komala. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Dok YPA-MDR

Keren, Siswa SD di Yogyakarta Hasilkan Batik Tulis Bermotif Srikaya Selama Tiga Bulan!

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:30 WIB
Komunitas Pembatik Cilik dikembangkan di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul,...
Ist

Tahun Depan Blora Dapat DBH Migas Sebesar Rp160 Miliar

👤Widhoroso 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:08 WIB
PERJUANGAN panjang Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk mendapatkan porsi dana bagi hasil (DBH) migas akhirnya membuahkan...
MI/Bagus Suryo

Kisruh Legalitas Kepengurusan Landa PMI Kota Malang

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:45 WIB
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur, kisruh karena mantan pengurus yang mengatasnamakan Tim Tujuh malayangkan protes atas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya