Rabu 27 Juli 2022, 17:04 WIB

Polisi Tetapkan Sopir Odong-odong Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Banten

Rahmatul Fajri | Nusantara
Polisi Tetapkan Sopir Odong-odong Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Banten

Tangkapan layar.
Kendaraan odong-odong yang tertabrak kereta api di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten

 

POLISI menetapkan sopir odong-odong berinisial JL (27) sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang penumpang di Serang, Banten.

Sebelumnya, odong-odong tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Kota Bekasi Tembus 1.664 Orang

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan setelah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi kepolisian menetapkan JL sebagai tersangka. JL kemudian ditahan selama 20 hari ke depan.

Adapun pasal yang disangkakan kepada JL ialah Pasal 310 ayat 2, 3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang kelalaian berkendara yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga orang meninggal dunia dan luka dengan pidana ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 juta.

Shinto menjelaskan penyidik telah mengumpulkan keterangan dari 4 saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi diketahui saat berkendara, JL sedang memutar musik dengan suara yang cukup keras.

"Warga sekitar tempat kejadian perkara dan juga penumpang telah memberi warning dengan suara keras kepada sopir, namun tidak didengar karena adanya noise," kata Shinto, melalui keterangannya, Rabu (27/7).

Shinto mengungkapkan sebelumnya kepolisian juga melakukan traffic accident analysis (TAA) untuk memperoleh gambaran 3 dimensi dalam kecelakaan tersebut. Sesuai dengan hasil TAA, diketahui kecepatan kereta api yang melintas dari Merak ke Jakarta di tempat kejadian sekitar 72 km/jam. Sedangkan kecepatan odong-odong sekitar 40 km/jam.

Shinto mengungkapkan imbas kecelakaan tersebut, 9 penumpang odong-odong meninggal dunia dan 24 orang lainnya luka-luka. 

"Sampai dengan siang ini, kita bersyukur bahwa 13 penumpang yang alami luka ringan sudah pulang dari RS Hermina Ciruas, sementara yang lainnya masih dalam perawatan," ujarnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Sumaryanto Bronto

Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif ke Komodo dan Padar

👤Palce Amalo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:16 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda penerapan tarif masuk ke Pulau Padar dan Pulau Komodo sebesar Rp3.750.000 per...
Ist

Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 07:37 WIB
Prevalensi nagka stunting Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%. Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi...
MI/HO

Ulama di Cirebon Doakan Ganjar Pranowo

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 03:02 WIB
ribuan orang yang hadir juga memanjatkan doa dipimpin oleh Kyai Abdul Munif untuk Ganjar Pranowo serta harapannya bagi Indonesia yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya