Selasa 26 Juli 2022, 18:49 WIB

Babel Targetkan Angka Stunting Pada 2024 Jadi 10,38 Persen

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Babel Targetkan Angka Stunting Pada 2024 Jadi 10,38 Persen

DOK MI
Ilustrasi

 

KEPALA Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa menyebutkan angka prevalensi stunting pada 2021 mencapai 18,6 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan 2010 yanag sebesar 29 persen.

"Penurunan stunting terus kita upayakan dan ditargetkan pada tahun 2024 angka prevalensi stunting di Babel menjadi 10,38 persen," ungkap Fazar, Selasa (26/7).

Ia merinci, prevalensi stunting di kabupaten/kota di Babel, tertinggi di Kabupaten Bangka Barat (Babar) 23,5 persen, disusul Belitung Timur 22,6 persen, Bangka Tengah 20 persen, Bangka Selatan 19,4 persen, Bangka 17,5 persen, Pangkalpinang 16,7 persen dan Belitung 13,8 persen.

"Tidak mudah menurunkan angka stunting. Ini menjadi pekerjaan bersama termasuk masyarakat itu sendiri karena berkaitan dengan pola pikir, pola asuh dan kebiasaan masyarakat, serta ekonomi," kata Fazar.

Stunting, tambah Fazar, disebabkan dari banyak faktor, mulai dari ekonomi yang membuat masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan dan gizi anak. Disamping itu pernikahan usia dini juga dapat melahirkan generasi stunting, pola pikir serta pola asuh.

"Stunting tertinggi itu di Bangka Barat, 71 persen dikarenakan pernikahan usia muda. Karenanya BKKBN melakukan intervensi mulai dari edukasi bimbingan untuk remaja, calon pengantin (catin), ibu hamil, dan menyusui," bebernya.

Fazar menegaskan, masyarakat perlu mengetahui  sebelum menikah, pasangan catin terlebih dahulu harus diperiksa kondisi kesehatannya, baik pria dan maupun wanita dan harus dipenuhi kebutuhan gizinya. "Dari sebelum proses pembuahan, harus dipersiapkan kondisi kesehatan dan gizinya, agar ketika pembuahan (proses kehamilan) sudah berkualitas, dipenuhi gizi selama kehamilan, diperiksa kesehatannya minimal enam kali selama kehamilan," tandasnya.

Setelah melahirkan, gizi bayi juga harus diperhatikan dan dipenuhi selama seribu hari pertama kelahiran atau hingga bayi berusia dua tahun.

"Selama dua tahun ini akan mempengaruhi pertumbuhan otak bayi, tapi setelah dua tahun pertumbuhan otak ridak bisa lagi dibentuk, jadi kalau diketahui stunting baru diintervensi diatas dua tahun itu kurang tepat makanya diintervensi sebelum dua tahun," ucap dia. (OL-15)

Baca Juga

Metrotv/Fransikus Gerardus

Kapolres Flotim Bagikan Bendera Merah Putih Serta Sembako di Desa Terpencil 

👤Fransikus Gerardus 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 08:00 WIB
Bakti sosial itu digelar setelah menempuh perjalanan yang berat ke sebuah desa terpencil yang ada di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten...
Ant/Ernes Broning Kakisina

Pemkot Sorong Resmikan Stadion Mini Berstandar internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:34 WIB
WALI Kota Sorong Lambert Jitmau, Senin, meresmikan stadion sepakbola mini dengan desain lapangan berstandar...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dewa Meriahkan Perayaan HUT ke-77 Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menginginkan perayaan ini dirasakan oleh seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya