Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel), Fazar Supriadi Sentosa menyebutkan angka prevalensi stunting pada 2021 mencapai 18,6 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan 2010 yanag sebesar 29 persen.
"Penurunan stunting terus kita upayakan dan ditargetkan pada tahun 2024 angka prevalensi stunting di Babel menjadi 10,38 persen," ungkap Fazar, Selasa (26/7).
Ia merinci, prevalensi stunting di kabupaten/kota di Babel, tertinggi di Kabupaten Bangka Barat (Babar) 23,5 persen, disusul Belitung Timur 22,6 persen, Bangka Tengah 20 persen, Bangka Selatan 19,4 persen, Bangka 17,5 persen, Pangkalpinang 16,7 persen dan Belitung 13,8 persen.
"Tidak mudah menurunkan angka stunting. Ini menjadi pekerjaan bersama termasuk masyarakat itu sendiri karena berkaitan dengan pola pikir, pola asuh dan kebiasaan masyarakat, serta ekonomi," kata Fazar.
Stunting, tambah Fazar, disebabkan dari banyak faktor, mulai dari ekonomi yang membuat masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan dan gizi anak. Disamping itu pernikahan usia dini juga dapat melahirkan generasi stunting, pola pikir serta pola asuh.
"Stunting tertinggi itu di Bangka Barat, 71 persen dikarenakan pernikahan usia muda. Karenanya BKKBN melakukan intervensi mulai dari edukasi bimbingan untuk remaja, calon pengantin (catin), ibu hamil, dan menyusui," bebernya.
Fazar menegaskan, masyarakat perlu mengetahui sebelum menikah, pasangan catin terlebih dahulu harus diperiksa kondisi kesehatannya, baik pria dan maupun wanita dan harus dipenuhi kebutuhan gizinya. "Dari sebelum proses pembuahan, harus dipersiapkan kondisi kesehatan dan gizinya, agar ketika pembuahan (proses kehamilan) sudah berkualitas, dipenuhi gizi selama kehamilan, diperiksa kesehatannya minimal enam kali selama kehamilan," tandasnya.
Setelah melahirkan, gizi bayi juga harus diperhatikan dan dipenuhi selama seribu hari pertama kelahiran atau hingga bayi berusia dua tahun.
"Selama dua tahun ini akan mempengaruhi pertumbuhan otak bayi, tapi setelah dua tahun pertumbuhan otak ridak bisa lagi dibentuk, jadi kalau diketahui stunting baru diintervensi diatas dua tahun itu kurang tepat makanya diintervensi sebelum dua tahun," ucap dia. (OL-15)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved