Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat akan meneliti kerusakan lingkungan yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir bandang di sejumlah daerah di Kabupaten Garut.
"Nanti akan kita teliti karena setiap tahun, bila curah hujan begitu tinggi, tempat ini atau tempat yang tadi kita kunjungi, terkadang banjir," kata Kapolda Jabar Irjen Suntana saat meninjau daerah terdampak banjir di Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan
Tarogong Kidul, Garut, Senin (18/7).
Ia menuturkan alasan jajarannya melakukan penelitian tentang kerusakan lingkungan untuk menjadi kajian, agar ke depan bencana banjir tidak terjadi lagi di Garut.
Ia menyampaikan penelitian yang dilakukannya juga mendapatkan dukungan dari Bupati Garut dan instansi lain demi perbaikan bersama di kemudian hari.
"Bupati telah merencanakan berbagai kegiatan, berbagai agenda, yang nanti kepolisian dan instansi terkait, termasuk TNI akan mendukung
sepenuhnya," katanya.
Bupati Garut Rudy Gunawan yang mendampingi Kapolda Jabar saat meninjau daerah terdampak banjir mengatakan pemerintah daerah saat ini masih mendata besaran kerugian akibat banjir tersebut.
Baca juga: Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Selanjutnya, kata dia, pemerintah daerah juga akan memperhatikan masalah kerusakan lingkungan, seperti permasalahan yang terjadi di hulu sungai.
"Karena yang di atas (hulu sungai), di mana lingkungan ini, kami tidak punya hutan, yang punya hutan itu Perhutani, tapi kami tidak akan saling menyalahkan," katanya.
Bupati berharap semua pihak termasuk masyarakat untuk saling menjaga lingkungan agar tidak terjadi bencana alam, seperti saat ini terjadi
banjir.
"Mari sama-sama melakukan asesmen agar mitigasi bencana komprehensif, bukan hanya perilaku manusia, melainkan juga dari lingkungan," katanya.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Garut pada Jumat (15/7) menyebabkan banjir dan aliran Sungai Cimanuk meluap sehingga merendam banyak rumah tersebar di 14 kecamatan.
Banjir bandang itu tidak menyebabkan korban jiwa, namun berdampak kerugian materi dan kondisi lingkungan permukiman penduduk kotor karena banyak yang terendam lumpur. (Ant/OL-16)
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Jalan penghubung itu ambles sepanjang 50 meter
JEMBATAN gantung Cimanisan, Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat ambruk akibat luapan dan derasnya air Sungai Cikaengan.
Secara komulatif sejak 2004 hingga 2025 tercatat ada 1.806 kasus dengan angka kematian 470 meninggal dunia.
"Kasus DBD yang terjadi pada awal bulan Januari hingga September 2025 selama ini mengalami peningkatan, karena masyarakat masih abai membersihkan lingkungan sekitar."
Gempa Garut tersebut terjadi sekitar pukul 15:24 WIB yang berlokasi di 140 kilometer barat daya dari Kabupaten Garut, atau tepatnya ada di kedalaman 13 kilometer laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved