Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Tjiptamas Eka Bangsa memprakarsai Sekolah Sinarmas Eka Bangsa (SEB) yang dibangun di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Kemering Ilir (OKI), Provinsi Sumatra Selatan. Hal ini sebagai upaya memberikan fasilitas untuk pendidikan bermutu dan kini telah melaksanakan kegiatan orientasi orang tua, kemarin.
"Sekolah Sinarmas Eka Bangsa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membantu Pemerintah dalam melakukan percepatan dan pemerataan pendidikan di Indonesia," kata Kepala Sekolah Sinarmas World Academy, Santo.
Diakuinya, dengan melihat keterbatasan sarana pembelajaran di Desa Bukit Batu masih, SEB dibangun untuk dapat menghadirkan mutu pendidikan yang baik bagi peserta didik anak-anak karyawan PT OKI Pulp and Paper Mills, maupun masyarakat sekitar. SEB menjadi sekolah kedua yang dibangun oleh Yayasan Tjiptamas Eka Bangsa setelah Sinarmas World Academy yang bertempat di BSD City, Tangerang Selatan.
Dalam tahap awal, SEB membuka kelas untuk jenjang pendidikan anak usia dini: kelompok bermain (usia 3-4 tahun), TK A (usia 4-5 tahun), dan TK B (usia 5-6 tahun), juga jenjang pendidikan sekolah dasar yakni SD kelas 1 (usia 6-7 tahun), SD kelas 2 (usia-7-8 tahun), dan SD kelas 3 (usia 8-9 tahun).
Hari pertama kegiatan belajar-mengajar akan dimulai pada Senin, 11 Juli 2022 mendatang. Menggunakan kurikulum 2013, TK SEB memastikan agar anak-anak belajar dan berkembang dengan baik, sehat, dan aman.
"Melalui proses pembelajaran yang menarik dan interaktif, diharapkan setiap anak dapat memiliki landasan yang tepat dengan cara yang menyenangkan," jelasnya.
Kurikulum 2013 juga digunakan di jenjang sekolah dasar SEB yang diterapkan dengan metode inkuiri, yaitu pengalaman belajar yang dapat mendorong rasa ingin tahu siswa-siswi, serta melatih keterampilan penelitian sederhana.
Ia mengatakan metode ini juga dilengkapi dengan keberadaan guru sebagai fasilitator, mediator, dan motivator dalam melakukan proses pembelajaran.
Ke depannya, secara bertahap SEB berencana untuk membuka kelas sampai jenjang SMA yang dilengkapi dengan fasilitas yang beragam seperti lapangan olahraga, ketersediaan teknologi yang maju, serta kegiatan belajar-mengajar yang penuh dengan kreativitas serta inovasi.
"Kami berharap ke depannya sekolah Sinarmas Eka Bangsa mampu membimbing siswa-siswi untuk mengasah kemampuan berimajinasi, berkreasi, dan berinovasi," pungkas Santo. (OL-13)
Baca Juga: Masjid Nursiah Daud Paloh Media Group Sembelih 28 Hewan Kurban
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sebanyak delapan orang terjaring.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Ogan Komering Ilir mengalami penurunan dari 13,23% pada 2022 menjadi 13,15% di 2023.
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), belum juga padam meski sudah terbakar sejak dua bulan lalu.
Koordinator Wilayah PMN Sumsel Khoiril Sabili mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada para pemuda untuk menambah keterampilan
Luas HGU PT SA mencapai 1.200 hektare dan yang terbakar sekitar 586 hektare.
TIM Gakkum KLHK Wilayah Sumatera yang terdiri dari pengawas lingkungan hidup dan polisi kehutanan telah menyegel enam lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan.
Lahirnya gagasan ini berawal dari hasil penelaahan mendalam terhadap kebijakan fiskal daerah serta serapan aspirasi dari para pengelola institusi pendidikan.
Buku ini merekam jejak perjuangan dan kepemimpinan para pendiri sekolah swasta global di Indonesia.
PARA kepala sekolah SMK swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMK Swasta Kabupaten Bandung melakukan audiensi dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Selasa (16/9).
“Di SPMB tahun ini, baru ada sekitar 9 hingga 10 siswa yang mendaftar,”
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengizikan sekolah negeri menerima 50 siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) atau satu kelas.
PERHIMPUNAN Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengeluarkan peraturan mengenai menambah jumlah anak di kelas menjadi 50 siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved