Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) tengah bersiap mengembangkan empat zona pengembangan pariwisata di Hutan Bowosie, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kawasan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan tersebut menempati lahan seluas 400 hektar atau 1,98% dari luas keseluruhan hutan Bowosie yang mencapai 20.193 hektar.
Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengatakan pengembangan kawasan ini akan dibagi dalam empat zona meliputi zona budaya, zona petualangan, zona alam liar, dan zona hiburan.
Baca juga : Wisatawan asal Tiongkok Hilang di Long Pink Beach Labuan Bajo
"Pertama yaitu zona budaya, dengan konsep menonjolkan kebudayaan Flores dan NTT dengan mengangkat keunikan dan keragaman budaya Flores dan NTT sebagai daya tarik wisata," ungkap Shana Fatina dalam keterangan pers, Sabtu (9/7).
Zona ini akan menampilkan atraksi seperti hikayat komodo, culture performance art, museum, local cultural gallery, agriculture tourism. dan pray hill.
Kedua, zona alam liar dengan konsep menjaga eksotisme kehidupan alam liar berjalan beriringan dan menjadi daya tarik wisata, sebagai ruang untuk memperlihatkan cagar biosfer komodo pada wisatawan.
Baca juga : Pelaku Wisata Labuan Bajo Dukung Kebijakan Pemerintah
"Di dalamnya akan menampilkan atraksi natural reserve gallery, mini Zoo, night safari, dan lumina forest," ungkap Shana.
Berikutnya, lanjut Shana, zona petualangan dengan konsep memberikan petualangan dan berbagai kegiatan alam terbuka yang unik dan berbeda.
Di dalamnya akan menampilkan atraksi seperti glamping, hiking and biking track, zipline coaster, tree top net playground, sky coaster, ATV offroad track, tree top cycling, glass walkway, flying fox, dan outbound package.
Baca juga : Polisi Tetapkan Satu Tersangka Penggerak Unjuk Rasa di Labuan Bajo
Dan yang terakhir zona Hiburan dengan konsep menjadikan destinasi yang menyediakan berbagai aktivitas hiburan dan self-treatment. Di dalamnya berisi berbagai atraksi seperti sky restaurant, wedding venue, sunset view point, spa and wellness, forest pavilion, dan park area.
"Kawasan Otorita Labuan bajo akan menjadi representasi landmark cagar biosfer komodo, karena tidak hanya menciptakan ruang bermain untuk manusia tapi juga ruang bermain untuk hewan, alam lengkap dengan ekosistemnya. Sebab itu kami melakukan pengkajian Amdal secara mendalam, diharapkan keragaman hayati Labuan bajo bisa hidup kembali dan lestari," ungkap Shana Fatina.
Ia menambahkan, posisi kawasan pariwisata otorita sangat strategis, terletak di atas Kota Labuan Bajo dan terlihat jelas dari Bandara Komodo sangat cocok untuk kegiatan pertemuan internasional, seperti Asian Summit dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) lainnya.
Baca juga : Otoritas Labuan Bajo Jamin Keamanan Wisatawan Selama Aksi Mogok
Pembedayaan masyarakat sekitar
Keberadaan kawasan pariwisata otorita Labuan Bajo disanggah oleh dua desa dan satu kelurahan, yaitu Desa Gorontalo, Desa Golo Bilas, dan Kelurahan Wae Kelambu.
Shana menjelaskan, sejak dua tahun lalu BPOLBF banyak melakukan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat sekitar, seperti dengan Karang Taruna Desa Golo Bilas melakukan pelatihan hidroponik dan dukungan bagi sanggar budayanya.
Baca juga : Polda NTT Kerahkan 427 Personel Amankan Labuan Bajo
Desa Gorontalo melakukan program daur ulang sampah limbah plastik dan dengan kelurahan wae kelambu melalui program pengolahan sampah. Selain itu, program pelestarian budaya Manggarai di kampung adat sekitar, seperti kampung adat Kaper.
"Ke depan juga diperlukan keterlibatan masyarakat sekitar kawasan untuk kebutuhan tenaga kerja tentunya, kami juga akan bermitra dengan masyarakat desa untuk menciptakan produk kreatif agar bisa terserap di kawasan otorita," katanya.
"Ini akan berkelanjutan, semakin maju kawasan otorita juga akan berdampak semakin maju juga masayarakat sekitar," ungkap Shana. (RO/OL-09)
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Angin kencang yang datang bersama hujan deras akibat cuaca ekstrem merenggut rasa aman, merobohkan atap rumah.
Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai wilayah dengan keragaman budaya yang sangat kaya.
FASILITAS pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih jauh dari memadai.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
ABB di Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama Happy Hearts Indonesia (HHI) melalui program “Water for All”.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved