Kamis 07 Juli 2022, 23:00 WIB

Bupati Cirebon Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Santet

Bayu Anggoro | Nusantara
Bupati Cirebon Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Santet

ANTARA/Dedhez Anggara
Bupati Cirebon Imron Rosyadi (kanan) usai meresmikan Gedung Kesenian Grha Sani Gegesik, Cirebon, Jawa Barat, 8 Juni 2022.

 

BUPATI Cirebon Imron Rosyadi dilaporkan ke polisi atas dugaan ancaman melakukan santet kepada warganya. Pelaporan Imron tersebut dilakukan oleh warga Kabupaten Cirebon, Ivan Maulana, 43, melalui pengacaranya ke Polres Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/7).

Dugaan ancaman dari Imron itu terjadi saat Ivan bersama temannya Warcono berkunjung ke Kantor DPRD Kabupaten Cirebon pada 1 Juli 2022
lalu. Ivan mengatakan, dirinya percaya akan adanya santet sehingga merasa terancam.

"Di Indonesia sebagian besar budayanya mempercayai itu (santet). Jadi wajar saya merasa terancam," ujar Ivan dalam keterangan yang
diterima, Kamis (7/7).

Ivan menyampaikan, saat itu dia dan temannya tersebut melihat Imron keluar dari ruangan Ketua Dewan. Dia sempat memberi hormat dan menjulurkan tangan untuk bersalaman.

"Tangan saya diterima dan kita bersalaman. Tapi ketika melihat teman saya, Pak Bupati marah menunjuk-nunjuk saya. Dan dia mengatakan bahwa saya telah memaki-maki melalui WhatsApp," katanya.


Baca juga: Kejati Jateng Tangkap Tiga Pejabat Yayasan Angkasa Pura


Merasa tidak pernah melakukan yang dituduhkan oleh Imron, lantas Ivan meminta konfirmasi kembali. Saat itu juga, Ivan ditengahi oleh Ketua
DPRD hingga akhirnya Bupati Cirebon Imron keluar ruangan.

"Saya mencoba meminta konfirmasi lagi, karena saya sendiri tidak pernah menyimpan nomor yang bersangkutan," katanya.

Ivan mengatakan, Bupati Imron lalu mengancam akan melakukan santet kepada Ivan bilamana terbukti memaki-maki.

Saat itu juga Ivan mendapatkan konfirmasi dari Bupati Imron bahwa yang ditudingkan terhadapnya yaitu memaki melalui grup percakapan.

"Yang bersangkutan mengatakan akan menyantet saya jika dia bisa menemukan bukti bahwa saya sudah memaki dengan kata-kata kotor di grup WA," katanya.

Ivan menyayangkan, karena seharusnya Imron sebagai bupati tidak asal main tuduh dan mengancam akan menyantet. Pengaduan masyarakat yang dilakukan oleh pihaknya ke polisi, menurut dia, agar menjadi pelajaran agar seorang pejabat publik dapat menjaga lisannya.

"Bagi saya, seorang bupati di muka umum, di Kantor DPRD menjelang (rapat) paripurna, dan dia mengunakan seragam safari lalu mengancam akan menyantet. Secara etika moralnya seperti apa?" katanya. (S-2)

Baca Juga

MEDCOM

Agincourt Resources Tambah Beasiswa Martabe Tahun Ini

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 21:55 WIB
Nilai beasiswa Martabe Prestasi pada 2022 meningkat 24% dari tahun sebelumnya menjadi Rp1,87...
Dok.MI

Polisi: Motif Pembunuhan siswa SD dalam kelas Karena Dendam

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 21:54 WIB
Aksi pembunuhan itu terjadi pada hari Selasa (9/8) di salah satu sekolah dasar, Kecamatan Sunggal, Sumatera...
ANTARA

Bendera Merah Putih 77 Meter Terbentang di Pulau Terluar Papua Barat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 21:40 WIB
Pembentangan dan penancapan bendera Merah Putih itu dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya