Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT (Pj) Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Marsianus Jawa, Senin (27/6/2022), menginstruksikan bidan yang bertugas di wilayah Lembata untuk memberi perhatian utama (P1) bersama Pemerintah Desa, guna bekerja menurunkan angka stunting yang hingga saat ini masih berkisar di angka 1.379 atau 16,9%.
Sebelumnya mantan Bupati Lembata Sisa Masa Jabatan, Thomas Ola Langoday menargetkan penurunan stunting 0% pada Oktober 2022, tapi tidak tercapai. Kini Pj Bupati Lembata, Marsianus Jawa, menarget penurunan stunting yang lebih realistis yakni 10% pada tahun 2023.
Target penurunan stunting tersebut disampaikannya, pada peringatan Hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 71 di aula Kantor Bupati Lembata, Senin (27/6/2022).
HUT Ikatan Bidan Indonesia yang memilih Tema, "Perjalanan panjang profesi bidan mewujudkan generasi unggul Lembata menuju Indonesia Maju" itu dilaksanakan dengan menampilkan beragam fragmen yang menggambarkan kerja kerja kebidanan.
Marsianus mengingatkan, dibalik kemuliaan profesi kebidanan, jangan sampai ada bidan yang masih memiliki sikap tidak ramah saat membantu persalinan.
"Ketika ibu-ibu melahirkan dan mereka teriak, ada juga oknum bidan judes mengatakan, "lu buat bisa, sekarang teriak-teriak. Saya harap ungkapan itu tidak boleh terjadi di Lembata ini," pinta Marsianus Jawa.
Marsianus Jawa meminta para bidan untuk melayani pasien dengan ramah dan penuh suka cita kepada pasien.
"Saya minta harus banyak senyum. Ada bidan orang jadi segar. Berikan senyuman kepada pasien agar pasien lekas sembuh. Tadi Ketua IBI Lembata bilang, Yang menentukan generasi ke depan ada di bidan. Saya tekankan ke perangkat daerah sampai kepala desa, perhatikan ibu hamil kita cegah stunting dari situ. Mulai kolaborasi dengan kades, cegah stunting," ungkap Marsianus.
Ia menyebut, sebanyak 1.379, angka stunting di Lembata atau 16,9%. Ia kemudian secara realistis menarget, tahun depan (2023), stunting di bawah 10%.
Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Lembata, Rosa Dalima, kepada Media Indonesia menjelaskan, pentingnya peningkatan SDM Bidan. Sebab bidan yang D3 harus sampai S1 dan Profesi. Begitu juga dengan bidan yang D4, sesuai UU Kebidanan tahun 2019, hingga tahun 2026 itu batas akhir untuk mereka berhadapan langsung dengan pasien. Artinya yang D4 itu sudah harus mengambil profesinya untuk tetap di Pelayanan, kalau tidak D4 itu tidak bisa lagi di pelayanan langsung. D4 juga tidak diperbolehkan membuka praktek mandiri lagi. Pada akhir 2027, D4 stop pelayanan langsung.
"Selandoro akan menjadi Kelurahan binaan IBI. Kami dengan upaya maksimal berupaya membantu anak dengan kategori stunting, dimulai bulan Juli ini. Enam bulan ke depan di Selandoro minimal kami bisa menurunkan setengah dari 60 Anak stunting," ungkap Rosa Dalima Tuto S.St, Ketua IBI Lembata. (OL-13)
Baca Juga: Diperiksa Polisi, Perwakilan Umat Budha Bawa Bukti Tambahan
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
UPAYA percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional yang menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan di tingkat lapangan.
Peran Strategis Bidan Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
Gizi tidak tercukupi, perawatan kurang optimal, serta minimnya stimulasi pada masa 1.000 HPK dapat menyebabkan stunting dan gangguan perkembangan otak.
Inovasi ini berangkat dari keprihatinan atas masih tingginya angka kematian ibu, bayi, serta kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rumbai pada tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved