PADA masa libur sekolah, jumlah penumpang pesawat diprediksi akan naik. Maskapai penerbangan pun mulai bersiap menghadapi kenaikan tersebut.
"Kami harap load factor penumpang bisa di atas 80 persen (dari jumlah kursi yang tersedia)," kata Dendy Kurniawan, Direktur Utama Pelita Air Service, Selasa (21/6). Pelita Air menggunakan pesawat jenis Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi atau Silver Class.
Saat ini, Pelita Air masih melayani penerbangan dua kali penerbangan Jakarta- Bali PP setiap hari dan satu kali penerbangan Jakarta-Yogyakarta PP setiap hari pada pagi hari. Rencananya, Pelita Air dalam waktu dekat akan menambah frekuensi penerbangan Jakarta-Jogja PP sehingga menjadi dua kali, yaitu pagi dan sore.
Ia mengatakan, rute Jakarta-Jogja dipilih karena Jogja merupakan destinasi wisata favorit setelah Bali. Selain itu, DIY juga menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan G20 selain Bali.
"Dengan (moto) Enlighten Your Journey to Sunny Yogya, kami mengajak masyarakat kembali melakukan perjalanan wisata ke Yogyakarta yang memiliki beragam kekayaan budaya dan destinasi sejarah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang juga ditetapkan UNESCO menjadi warisan dunia (world heritage) serta beragam daya tarik lainnya, baik dari sisi budaya, pariwisata alam, hingga kuliner," kata dia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Agus Pandu Purnama menyampaikan, saat ini, volume penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta sudah mulai membaik. Diperkirakan akan terjadi kenaikan penumpang saat libur sekolah.
Pandu mencontohkan, Senin (20/6), maskapai penerbangan Pelita Air yang membuka penerbangan Jakarta-Jogja dinaiki sekitar 120 penumpang dari Jakarta ke Jogja dan 80-an penumpang dari Jogja ke Jakarta.
"Kami meyakini, jumlah penumpang ke depan akan bertambah karena animo masyarakat untuk menggunakan pesawat udara cukup tinggi. Libur sekolah juga akan membuat penerbangan di YIA lebih semarak," kata dia.
Bahkan, dia mendapat laporan, masyarakat ada yang kesulitan untuk mencari tiket pesawat pada waktu-waktu tertentu karena keterbatasan jadwal penerbangan yang ada.
Pria yang akrab disapa Pandu ini mengatakan, saat ini penerbangan di YIA semakin ramai. Selain Pelita Air, pihaknya juga akan menyambut penerbangan perdana maskapai Scoot untuk rute Singapura-Jogja. Selain itu, Air Asia juga sedang mengajukan penerbangan Singapura-Jogja.
Pandu mengaku, saat ini jumlah penumpang di YIA masih jauh di bawah rata-rata jumlah penumpang di Yogyakarta pada masa-masa sebelum pandemi. Saat ini, jumlah penerbangan di YIA ada 60-80 penerbangan sehari.
"Jumlah penumpang pada week end lebih dari 10 ribu sehari, sedangkan week day lebih dari 7 ribu sehari," kata dia. Padahal, dulu saat di Bandara Adisutjipto, jumlah penumpang mencapai 20 ribu penumpang sehari dengan penerbangan 187 penerbangan sehari. (OL-13)
Baca Juga: Rute Penerbangan Australia-Bali Bertambah